Jabar Bangun PSEL Di Sarimukti dan Bogor, Langkah Baru Mengubah Sampah Perkotaan Jadi Energi

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama sejumlah bupati dan wali kota menandatangani kesepakatan bersama untuk penanganan sampah perkotaan melalui Pengolahan Sampah Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan Menjadi Energi Listrik atau PSEL. Langkah ini diarahkan untuk menjawab persoalan sampah yang masih menekan banyak daerah di Jawa Barat.

Program PSEL akan dibangun di dua lokasi, yakni TPA Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat dan Kelurahan Kayumanis di Kota Bogor. Kedua titik itu disiapkan untuk menjadi pusat pengolahan sampah perkotaan dengan pendekatan yang lebih modern dan terintegrasi.

Layanan sampah di dua wilayah utama

PSEL Sarimukti disiapkan melayani sampah dari Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Cianjur, dan Kabupaten Purwakarta. Sementara itu, PSEL Kayumanis Bogor akan mengelola sampah dari Kota Bogor dan Kota Depok.

Pembagian wilayah layanan ini menunjukkan skala kerja sama antardaerah yang cukup besar. Skema tersebut juga menandai arah baru pengelolaan sampah perkotaan di Jawa Barat yang tidak lagi bertumpu pada penimbunan di TPA.

Dedi Mulyadi menyebut program ini sebagai tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Ia menegaskan bahwa masalah sampah telah berlangsung lama dan menyedot anggaran yang besar.

“Atas arahan Pak Presiden kita bisa menyelesaikan sebuah problem akut yang terjadi berpuluh-puluh tahun dengan menghabiskan anggaran yang sangat banyak,” ucap KDM di Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Sarimukti dinilai paling siap

Menurut Dedi, Sarimukti menjadi lokasi yang paling memungkinkan untuk pengolahan sampah menjadi energi listrik. Pemerintah daerah akan fokus memperkuat sistem pengelolaan di tingkat kabupaten dan kota, sedangkan pengelolaan ke depan akan melibatkan Danantara.

Kehadiran PSEL di Sarimukti diharapkan bisa memberi dampak langsung pada beban sampah di wilayah penyangga Bandung Raya. Dengan kapasitas layanan yang lebih luas, proyek ini diposisikan sebagai salah satu simpul penting dalam penyelesaian sampah perkotaan di Jawa Barat.

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyebut kesepakatan ini sebagai langkah penting untuk mempercepat kebijakan nasional pengolahan sampah menjadi energi listrik. Ia menekankan bahwa pemerintah telah memberi arahan jelas melalui regulasi yang berlaku.

“Bapak Presiden melalui Peraturan Presiden Nomor 109 tahun 2025, tentang pengolahan sampah menjadi energi listrik telah menggariskan bahwa kota-kota atau aglomerasi kota-kota yang timbunan sampahnya melebihi seribu ton per hari diselesaikan melalui pendekatan teknologi waste to energy,” kata Hanif.

Dorongan untuk administrasi dan implementasi

Hanif mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta pemerintah kabupaten dan kota yang langsung menindaklanjuti kebijakan tersebut. Ia berharap daerah segera melengkapi dokumen administratif agar proyek dapat masuk tahap implementasi.

Pemerintah memandang proyek ini sebagai solusi jangka panjang yang tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga menghasilkan energi listrik ramah lingkungan. Skema tersebut juga dinilai bisa memperkuat sistem pengelolaan sampah nasional secara berkelanjutan.

Dengan dua lokasi utama di Sarimukti dan Bogor, Jawa Barat menyiapkan model pengolahan sampah yang lebih terarah untuk menekan beban TPA dan mempercepat transisi ke pengelolaan sampah berbasis energi listrik. Program ini menjadi salah satu upaya terbesar dalam merespons masalah sampah perkotaan yang selama ini terus menumpuk di berbagai wilayah.

Source: pasjabar.com

Berita Terkait

Back to top button