
Enam warga asal Jawa Timur yang terdampak konflik di Iran akhirnya berhasil dipulangkan ke Indonesia. Mereka tiba kembali setelah proses koordinasi lintas lembaga yang melibatkan KBRI, Kementerian Luar Negeri, dan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur.
Pemulangan ini menjadi perhatian karena salah satu dari enam warga itu merupakan balita. Setelah mendarat di Indonesia, rombongan tersebut langsung diarahkan menuju Surabaya sebelum diserahkan untuk penanganan lanjutan oleh Dinas Sosial Jawa Timur.
Identitas warga yang dipulangkan
Enam warga yang kembali ke Tanah Air berasal dari beberapa daerah di Jawa Timur. Mereka adalah Abdullah asal Bondowoso, Aly Sa Jjad Al Hinduan asal Situbondo, serta Habibah Yahya dan Hasan bersama balitanya asal Kota Malang.
Keberadaan balita dalam rombongan itu memperkuat urgensi proses evakuasi dan pemulangan. Pemerintah daerah menempatkan keselamatan dan kelancaran kepulangan sebagai prioritas dalam penanganan warga yang terdampak situasi di Iran.
Pemulangan dilakukan bertahap
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Jatim, Muchamad Arif Ardiansyah, mengatakan pemulangan dilaksanakan secara bertahap agar tetap tertib dan aman. Ia menyebut koordinasi dilakukan bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah.
“Pemulangan ini dilakukan secara bertahap dengan melibatkan Kedutaan Besar Republik Indonesia, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah agar berjalan tertib,” kata Muchamad di Surabaya, Minggu (19/4).
Setelah tiba di Indonesia, keenam warga Jawa Timur itu mendapat fasilitasi perjalanan menuju Surabaya melalui Badan Penghubung Jawa Timur. Tahap ini menjadi bagian dari prosedur agar mereka bisa segera diterima oleh instansi terkait di daerah.
Langkah lanjutan setelah tiba di Surabaya
Sesampainya di Surabaya, para warga diserahkan kepada Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur untuk penanganan berikutnya. Setelah itu, mereka akan dipulangkan ke daerah masing-masing dengan pendampingan Dinsos kabupaten dan kota.
Skema ini dibuat agar proses kepulangan berjalan lancar sampai ke wilayah asal masing-masing warga. Pemerintah daerah juga menyiapkan langkah penyesuaian jika ada warga Jawa Timur lain yang menyusul dipulangkan dari wilayah konflik.
Muchamad menyebut fasilitasi akan menyesuaikan kebutuhan di lapangan apabila masih ada tambahan pemulangan. Ia menegaskan koordinasi akan tetap dijaga agar warga yang terdampak konflik bisa kembali dengan aman dan tertib ke daerah asal mereka.
Source: www.jawapos.com








