Hospital Marketing Club mendorong rumah sakit di Jawa Timur untuk tidak lagi terjebak dalam pola saling bersaing, tetapi membangun kolaborasi yang lebih kuat demi mempermudah akses layanan kesehatan bagi masyarakat. Ajakan ini disampaikan Founder Hospital Marketing Club, Budhi Setianto, dalam pertemuan rutin HMC yang berlangsung dalam suasana halal bihalal di Auditorium Heritage RS Kemenkes.
Budhi menekankan bahwa kebutuhan layanan kesehatan tidak bisa diperlakukan seperti persaingan bisnis biasa. Menurut dia, sektor kesehatan memiliki karakter yang jauh lebih kompleks karena banyak masyarakat yang membutuhkan layanan medis, tetapi masih kesulitan menentukan fasilitas yang tepat.
Forum silaturahmi yang juga menjadi ruang berbagi wawasan
Pertemuan rutin HMC tidak hanya difokuskan pada silaturahmi pasca-lebaran. Forum itu juga dimanfaatkan untuk memperbarui pemahaman anggota mengenai strategi pemasaran rumah sakit dan perkembangan isu kesehatan yang sedang terjadi.
Budhi menjelaskan, kegiatan tersebut menggabungkan dua tujuan sekaligus, yakni mempererat relasi antarpelaku layanan kesehatan dan menambah pengetahuan praktis. Materi yang dibahas mencakup ilmu pemasaran medis serta tren penyakit yang berkembang, karena persoalan kesehatan dinilai terus berubah dan menuntut respons yang cepat.
HMC berkembang menjadi jejaring lintas fasilitas kesehatan
Hospital Marketing Club berdiri sejak 2012 dan terus berkembang sebagai wadah kolaborasi di sektor kesehatan. Komposisi anggotanya juga semakin beragam, bukan hanya rumah sakit, tetapi juga klinik, laboratorium, hingga distributor alat kesehatan.
Keragaman anggota itu membuat jejaring kerja sama HMC menjadi lebih luas dan saling terhubung. Dalam pandangan Budhi, para anggota tidak seharusnya dilihat sebagai pesaing, melainkan sebagai mitra yang bisa saling melengkapi dalam ekosistem layanan kesehatan.
Pengalaman pandemi memperlihatkan pentingnya koneksi antarfasyankes
Budhi mencontohkan bahwa nilai kolaborasi itu tampak jelas saat pandemi Covid-19 melanda. Saat itu, jejaring antaranggota membantu mempercepat pertukaran informasi, termasuk soal ketersediaan ruang ICU di berbagai fasilitas kesehatan.
Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa komunikasi antarfasyankes memiliki peran penting ketika layanan dibutuhkan secara cepat. Dalam situasi seperti itu, kecepatan berbagi informasi bisa membantu masyarakat memperoleh akses yang lebih tepat ke fasilitas yang masih tersedia.
Kolaborasi dinilai lebih relevan daripada persaingan semata
HMC mendorong rumah sakit di Jawa Timur untuk melihat sesama fasilitas kesehatan sebagai bagian dari sistem layanan yang saling mendukung. Pendekatan ini dinilai lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang sering kali membutuhkan panduan untuk menemukan layanan medis yang paling cocok.
Melalui forum rutin seperti ini, HMC berharap sinergi antarfasilitas kesehatan semakin kuat dan berdampak langsung pada kemudahan akses layanan. Dorongan untuk meninggalkan rivalitas dan memperkuat kerja sama menjadi pesan utama yang terus mereka gaungkan di tengah dinamika layanan kesehatan yang terus berkembang.
Source: www.jawapos.com






