
Screening kesehatan yang lebih ketat membuat kondisi calon jemaah haji asal Jawa Timur tahun ini terlihat lebih fit saat memasuki proses pemberangkatan. Penurunan jumlah jemaah yang sakit paling mudah terlihat dari berkurangnya penggunaan kursi roda di setiap kelompok terbang atau kloter.
Ketua PPIH Embarkasi Surabaya As’adul Anam mengatakan, kondisi jemaah tahun ini relatif lebih bugar dibandingkan musim sebelumnya. Ia menyebut, pada tahun lalu jumlah kursi roda dalam satu kloter bisa melampaui 24 unit, sedangkan tahun ini jumlah tertinggi hanya sekitar 10 jemaah dalam satu kloter, bahkan ada yang hanya enam atau tujuh orang.
Screening Lebih Ketat, Jemaah yang Sakit Permanen Tidak Dipaksakan
Anam menegaskan bahwa penurunan itu tidak terjadi begitu saja, melainkan terkait langsung dengan proses pemeriksaan kesehatan yang kini lebih selektif. Jemaah dengan penyakit permanen tidak lagi dipaksakan berangkat dan kuotanya dapat dialihkan kepada anggota keluarga lain yang lebih sehat.
Kebijakan itu membuat komposisi jemaah yang berangkat menjadi lebih siap secara fisik. Menurut Anam, langkah tersebut membantu mengurangi risiko sejak tahap awal, sebelum jemaah masuk ke rangkaian perjalanan dan pelayanan haji berikutnya.
Fokus Layanan Juga Menyasar Lansia, Disabilitas, dan Perempuan
Selain pengetatan screening, Embarkasi Surabaya juga menjalankan tagline haji 2026 yang menekankan layanan ramah lansia, ramah disabilitas, dan ramah perempuan. Pendekatan ini dipakai agar pelayanan lebih sesuai dengan kebutuhan jemaah yang beragam, terutama kelompok rentan.
Anam menyampaikan bahwa layanan bagi jemaah disabilitas sudah dilengkapi dengan dukungan untuk lansia, baik di Embarkasi maupun di Arab Saudi. Di sisi lain, jemaah perempuan juga mendapat ruang lebih besar dalam peran pembimbing dengan porsi lebih dari 30 persen di Jawa Timur.
Pemberangkatan Sudah Capai Ribuan Jemaah
Berdasarkan data sementara hingga Kamis (23/4/2026), PPIH Embarkasi Surabaya telah memberangkatkan tujuh kloter. Total jemaah yang sudah berangkat tercatat mencapai 2.660 orang.
Temuan di lapangan itu memperlihatkan bahwa penguatan screening kesehatan memberi dampak langsung pada kesiapan fisik calon jemaah haji asal Jawa Timur. Kondisi yang lebih fit diharapkan ikut mendukung kelancaran ibadah dan memudahkan pelayanan selama proses keberangkatan hingga pelaksanaan haji.
Source: www.detik.com








