Jawa Timur Surplus Hewan Kurban Jelang Idul Adha 2026, Stok Sapi dan Kambing Melimpah Terkendali

Jawa Timur memastikan persiapan hewan kurban menjelang Idul Adha berlangsung dalam kondisi aman karena stok ternak berada dalam posisi surplus. Ketersediaan sapi, kambing, domba, dan kerbau disebut jauh mencukupi kebutuhan masyarakat di seluruh wilayah provinsi.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut berbagai kesiapan sudah dijalankan, mulai dari jaminan ketersediaan ternak, kesehatan hewan, hingga dukungan petugas dan fasilitas pemotongan. Ia menegaskan bahwa kondisi ini memberi ruang nyaman bagi masyarakat untuk menjalankan ibadah kurban.

Stok hewan kurban jauh di atas kebutuhan

Data Pemerintah Provinsi Jawa Timur menunjukkan stok sapi mencapai 629.119 ekor, sementara kebutuhan hanya sekitar 70.550 ekor. Untuk kambing, ketersediaannya tercatat 940.693 ekor dengan kebutuhan 297.900 ekor.

Dari komoditas domba, stok yang tersedia mencapai 484.468 ekor, sedangkan kebutuhan berada di angka 58.600 ekor. Kerbau juga tercatat surplus dengan 1.698 ekor tersedia dari kebutuhan sekitar 10 ekor.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pasokan hewan kurban di Jawa Timur masih sangat longgar. Pemerintah daerah menilai angka itu cukup untuk menjaga kelancaran distribusi hingga hari penyembelihan.

Tenaga kesehatan hewan disiagakan di seluruh daerah

Pemprov Jatim tidak hanya menyiapkan stok ternak, tetapi juga menempatkan petugas untuk menjaga mutu dan kesehatan hewan kurban. Sebanyak 950 dokter hewan, 1.500 paramedik veteriner, dan 1.997 juru sembelih halal bersertifikat disiagakan di 38 kabupaten/kota.

Seluruh petugas itu bertugas melakukan pemeriksaan ante mortem dan post mortem. Langkah ini penting untuk memastikan hewan dalam kondisi sehat dan daging yang dihasilkan aman, sehat, utuh, dan halal.

Infrastruktur pemotongan juga diperkuat

Kesiapan kurban di Jawa Timur turut ditopang oleh jaringan fasilitas dan lokasi pemotongan yang tersebar luas. Pemerintah mencatat ada 208 pasar hewan, 2.318 lapak penjualan, 133 rumah potong hewan ruminansia, serta lebih dari 25 ribu lokasi pemotongan yang siap digunakan.

Seluruh fasilitas itu didukung 2.670 petugas pemeriksa kesehatan hewan. Kehadiran petugas di lapangan menjadi bagian dari pengawasan agar proses jual beli hingga penyembelihan berjalan tertib dan sesuai standar.

PMK dan LSD disebut terkendali

Khofifah juga menyampaikan bahwa penyakit mulut dan kuku atau PMK serta lumpy skin disease atau LSD berhasil dikendalikan secara signifikan. Pengendalian itu dilakukan melalui vaksinasi dan pengawasan ketat di lapangan.

Dengan kondisi tersebut, Jawa Timur menempatkan diri dalam posisi siap menghadapi lonjakan permintaan hewan kurban. Surplus pasokan, dukungan tenaga kesehatan, serta infrastruktur yang memadai menjadi faktor utama yang memperkuat kesiapan daerah menjelang Idul Adha.

Source: www.jawapos.com

Berita Terkait

Back to top button