Program Makan Bergizi Gratis atau MBG yang dijalankan Badan Gizi Nasional disebut tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi, tetapi juga bergerak sebagai pengungkit ekonomi daerah. Di Jawa Barat, Kepala BGN Dadan Hindayana menyebut perputaran dana dari program ini bisa mencapai sekitar Rp6 triliun per bulan.
Pernyataan itu disampaikan Dadan dalam Forum U25 Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum di Makassar, saat menjelaskan besarnya skala distribusi anggaran MBG di lapangan. Ia menegaskan, dampak program mulai terasa di berbagai sektor karena dana yang mengalir langsung dibelanjakan di daerah.
6.200 SPPG di Jawa Barat
Menurut Dadan, Jawa Barat telah memiliki sekitar 6.200 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG. Dari jumlah itu, ia memperkirakan uang yang beredar setiap bulan dari program MBG mencapai Rp6 triliun.
Skema ini membuat dana program tidak berhenti di satu titik, melainkan bergerak ke banyak aktivitas ekonomi lokal. Aliran itu kemudian memicu permintaan pada komoditas pertanian, menjaga stabilitas harga produk, dan ikut menguatkan produksi petani serta pelaku usaha kecil.
Efek berantai ke ekonomi lokal
BGN melihat program MBG mulai memberi efek berantai di daerah. Dampaknya tidak hanya muncul pada rantai pasok bahan pangan, tetapi juga pada aktivitas usaha di tingkat lokal yang ikut mendapat dorongan dari belanja program.
Dadan mengatakan pihaknya menerima laporan dari sejumlah daerah bahwa indikator sosial ekonomi mulai membaik. “Gini ratio mulai menyempit, angka kemiskinan turun, dan pengangguran juga menurun karena uang beredar di masyarakat,” ujarnya.
Anggaran besar dan aliran dana ke daerah
Pemerintah mengalokasikan Rp268 triliun untuk program MBG. Besarnya anggaran itu menjadikan MBG sebagai salah satu intervensi fiskal besar yang menyentuh masyarakat hingga level paling bawah.
Dadan menjelaskan, dana program memang dirancang mengalir langsung ke daerah melalui virtual account di setiap SPPG. Ia menyebut sekitar Rp248–249 triliun dari anggaran tersebut bergerak ke bawah dan dibelanjakan di daerah, sehingga efek ekonominya tidak hanya terlihat pada penerima manfaat, tetapi juga pada pelaku usaha di sekitar rantai pasok program.
Dengan skala seperti itu, Jawa Barat menjadi salah satu contoh wilayah yang menunjukkan bagaimana program gizi dapat bergerak bersama dengan perputaran ekonomi lokal. Pada saat kebutuhan pangan meningkat dan aktivitas produksi ikut tumbuh, MBG juga diposisikan sebagai program yang membawa manfaat ganda bagi masyarakat.
Source: www.jawapos.com






