Pemkot Tegal mengajukan lima program prioritas kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui skema Bantuan Keuangan dengan total kebutuhan sekitar Rp142 miliar. Usulan itu dibawa dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Provinsi Jawa Tengah untuk penyusunan RKPD Provinsi Jawa Tengah Tahun 2027 di Semarang.
Lima program tersebut menyasar kebutuhan infrastruktur, pengelolaan lingkungan, dan layanan dasar di Kota Tegal. Pemerintah kota menilai kebutuhan anggaran untuk program prioritas tersebut cukup besar, sehingga dukungan dari Pemprov Jateng dibutuhkan agar pelaksanaannya bisa berjalan.
Lima program yang diajukan
Usulan Pemkot Tegal mencakup revitalisasi Pasar Sumurpanggang. Selain itu, ada pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu di TPA Bokong Semar.
Program lain yang diajukan adalah pembangunan perkuatan tebing Sungai Jetty Muara saluran pembuangan Gajahmada di Kelurahan Tegalsari. Pemkot juga mengusulkan rekonstruksi jalan pada Jl. Inspeksi akses menuju IPLT Muarareja dan pembangunan atau pengembangan IPAL komunal domestik beserta jaringan perpipaan Rusunawa Kraton.
Alasan usulan diprioritaskan
Kepala Bapperida Kota Tegal, M. Ismail Fahmi, menyampaikan bahwa usulan itu disusun untuk mendukung tema pokok RKPD 2027. Salah satu fokusnya adalah pertumbuhan ekonomi, termasuk ekonomi syariah sebagai tulang punggung pertumbuhan ekonomi.
Ia juga menekankan bahwa usulan tersebut diarahkan untuk menjawab persoalan infrastruktur yang masih menjadi perhatian, terutama yang berkaitan dengan ekonomi, persampahan, IPAL, dan sanitasi komunal. Karena kebutuhan dana dinilai besar, pemerintah kota memilih mengajukan bantuan keuangan ke pemerintah provinsi.
Musrenbang jadi ruang penyelarasan
Musrenbang Provinsi Jawa Tengah tahun 2026 itu digelar di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang. Kegiatan tersebut dihadiri Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, unsur Forkopimda Jateng, serta bupati dan wali kota se-Jawa Tengah.
Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, hadir bersama Kepala Bapperida Kota Tegal, M. Ismail Fahmi. Dalam sambutannya, Taj Yasin menyebut Musrenbang sebagai forum strategis untuk menyelaraskan aspirasi masyarakat yang masuk melalui DPRD maupun yang langsung disampaikan ke Pemprov Jateng.
Dorongan sinergi pusat dan daerah
Taj Yasin juga berharap pemerintah kabupaten dan kota terus memperkuat sinergi dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah di Jawa Tengah. Ia menilai kerja bersama penting untuk mendukung program prioritas nasional, memperkuat fiskal daerah, dan mendorong collaborative funding.
Sementara itu, Rachmat Pambudy menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah agar perencanaan pembangunan bisa dijalankan dengan baik. Ia menekankan bahwa kualitas perencanaan perlu ditingkatkan melalui perhatian pada pendidikan, kesehatan, inovasi, perlindungan sosial yang tepat sasaran, serta infrastruktur dan konektivitas ekonomi.
Usulan lima program dari Pemkot Tegal kini menjadi bagian dari proses penyusunan prioritas pembangunan Jawa Tengah untuk 2027, sekaligus menggambarkan kebutuhan daerah yang masih kuat pada sektor ekonomi, persampahan, dan layanan infrastruktur dasar.
Source: jateng.antaranews.com