Kelembapan Ekstrem Meningkat di Jawa Barat, Warga Bandung Diminta Waspada Hujan Ringan Hari Ini

BMKG merilis prakiraan cuaca yang menandai kondisi lembap ekstrem di sejumlah wilayah Jawa Barat, dengan perhatian khusus pada Kota Bandung dan Kecamatan Sukasari. Perubahan suhu yang naik turun sepanjang hari membuat warga perlu lebih waspada, terutama saat potensi hujan ringan muncul menjelang tengah hari.

Pada dini hari, udara diperkirakan terasa sangat lembap dengan suhu sekitar 20 derajat Celsius dan kelembapan mencapai 97%. Kondisi ini belum banyak berubah hingga pagi, meski suhu mulai menghangat ke 24°C pada pukul 08:00 dan kelembapan turun ke 76%.

Sorotan Cuaca Siang Hari

BMKG memprakirakan suhu akan mencapai titik tertinggi sekitar 26°C pada pukul 11:00. Pada jam yang sama, hujan ringan berpotensi turun di beberapa titik, termasuk Kecamatan Sukasari, sehingga warga perlu memperhatikan kemungkinan turunnya jarak pandang.

Kondisi lembap pada fase ini masih cukup terasa meski angkanya berada di kisaran 73%. Situasi tersebut bisa membuat aktivitas luar ruang terasa kurang nyaman, terutama bagi pengguna jalan dan pekerja lapangan.

Perubahan Menjelang Sore

Menjelang pukul 14:00, cuaca diperkirakan kembali berawan dengan suhu turun menjadi 24°C. Setelah itu, kelembapan meningkat tajam pada sore hari dan mencapai 93% saat suhu turun ke 22°C sekitar pukul 17:00.

Kombinasi udara yang lebih dingin dan lembap ini biasanya membuat suasana terasa lebih berat. Bagi warga yang masih beraktivitas di luar rumah, kondisi tersebut dapat memicu rasa gerah meski hujan sudah tidak lagi terlihat.

Malam Tetap Lembap

Pada malam hari, suhu diprakirakan bertahan di sekitar 21°C pada pukul 20:00, namun kelembapan kembali tinggi di angka 96%. Menjelang larut malam, langit diperkirakan membaik menjadi cerah berawan sekitar pukul 23:00, tetapi kelembapan masih berada di level 95%.

Kondisi ini menunjukkan bahwa wilayah Jawa Barat masih berada dalam fase udara sangat lembap hingga malam. Warga yang tinggal atau beraktivitas di Bandung dan Sukasari disarankan menyesuaikan rencana perjalanan dan menjaga kenyamanan tubuh saat cuaca berubah cepat.

Source: www.beritasatu.com
Exit mobile version