Minimnya pemanfaatan media sosial di kalangan pelaku UMKM perempuan Jawa Timur mendorong tiga dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) turun tangan. Mereka membawa program “Sisterpreneur” sebagai upaya menaikkan kapasitas pemasaran digital dan memperkuat daya saing usaha perempuan di daerah itu.
Kegiatan pemberdayaan tersebut digelar di Surabaya dan diikuti puluhan peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur. Program ini menyasar anggota Asosiasi Pengusaha Nasyiatul Aisyiyah (APUNA) di bawah Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur.
Dorongan dari masalah omzet dan pemakaian media sosial
Ketua tim pengabdian, Maharina Novi, mengatakan program ini lahir dari temuan awal bahwa omzet penjualan sejumlah UMKM perempuan masih rendah. Hasil riset singkat tim menunjukkan tidak semua pelaku usaha memanfaatkan media sosial secara maksimal, sehingga pasar mereka masih bertumpu pada penjualan konvensional.
Menurut Maharina, optimalisasi media digital penting untuk memperluas jangkauan pasar dan mendorong kenaikan omzet. Ia menegaskan bahwa pemanfaatan media sosial yang tepat dapat memberi nilai tambah dan membuat pelaku UMKM perempuan lebih siap bersaing.
Ia juga menilai kemampuan itu perlu terus diasah agar pelaku usaha tidak tertinggal dalam persaingan yang makin ketat. Dengan strategi yang tepat, usaha di bawah naungan APUNA diharapkan bisa meningkatkan daya saing secara berkelanjutan.
Strategi konten dan pemanfaatan AI
Arum Martikasari, M.Med.Kom., selaku narasumber, menekankan bahwa pemasaran digital harus berjalan adaptif. Ia menyebut pelaku UMKM perempuan perlu mampu bersaing secara masif, baik lewat kanal offline maupun online.
Dalam pemaparannya, Arum memperkenalkan rumus PCBA, yang terdiri dari Perkenalkan, Ceritakan, Buktikan, dan Ajakan. Formula itu digunakan sebagai pendekatan menyusun konten media sosial agar komunikasi dengan audiens lebih terarah.
Arum menjelaskan bahwa pendekatan tersebut membantu produk lebih dikenal dan diminati. Ia juga mengajak peserta mempraktikkan optimasi media sosial dengan memanfaatkan AI, bukan hanya berhenti pada teori.
Dua dosen lain yang hadir mendampingi peserta secara langsung selama praktik berlangsung. Pendampingan itu membuat peserta bisa memahami langkah penggunaan materi dengan lebih jelas dan tidak bingung saat menerapkannya.
Respons peserta dari berbagai daerah
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Yunik, anggota APUNA asal Trenggalek, mengaku mendapat banyak wawasan baru, terutama soal promosi melalui media sosial dan AI.
Ia mengatakan kini lebih percaya diri membuat konten karena sudah memahami caranya. Pengalaman itu menunjukkan pelatihan ini tidak hanya memberi teori, tetapi juga mendorong peserta untuk lebih siap mempraktikkan pemasaran digital.
Melalui program “Sisterpreneur”, tim dosen UMM berharap pelaku UMKM perempuan di Jawa Timur dapat mengoptimalkan pemasaran digital sebagai strategi utama. Arah besarnya jelas, yakni memperkuat daya saing sekaligus menjaga keberlanjutan usaha di tengah perkembangan teknologi komunikasi.
Source: www.suaramuhammadiyah.id






