UMKM Jateng Menahan Guncangan Ekonomi, Kontribusi Investasi Tembus Rp 22 Triliun

UMKM di Jawa Tengah kembali menunjukkan posisinya sebagai penopang utama ekonomi daerah. Pada 2025, sektor mikro kecil menyumbang lebih dari 20 persen dari nilai investasi Jawa Tengah, atau sekitar Rp 22 sekian triliun dari total realisasi investasi Rp 110 sekian triliun.

Kepala DPMPTSP Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, menyebut capaian itu sebagai bukti bahwa UMKM tetap tangguh di tengah tekanan ekonomi. Ia menegaskan, sektor mikro kecil terbukti stabil bahkan saat pandemi Covid-19 ketika ekonomi sempat terpuruk.

Kontribusi yang merata di banyak sektor

Menurut Sakina, kekuatan UMKM di Jawa Tengah tidak hanya terlihat dari angka investasi. Ketangguhan itu juga muncul di berbagai sektor usaha, mulai dari pangan, ritel, hingga handycraft.

Pola ini menunjukkan bahwa UMKM tidak berdiri di satu bidang saja. Basis usahanya yang beragam membuat sektor ini punya peran penting dalam menjaga daya tahan ekonomi masyarakat.

Dorongan agar investasi UMKM terus tumbuh

Sakina berharap nilai investasi UMKM pada 2026 bisa meningkat dibandingkan 2025. Harapan itu sejalan dengan upaya memperkuat pelaku usaha kecil agar kontribusinya terhadap ekonomi daerah terus naik.

Pesan itu juga tercermin dari gelaran UMKM Grande yang dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno mewakili Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen. Sumarno meninjau sejumlah stan dan sempat mencoba alat ukir kayu milik salah satu peserta pameran.

UMKM Grande dorong arah baru usaha kecil

UMKM Grande yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah menghadirkan UMKM unggulan binaan Bank Indonesia Jawa Tengah. Tahun ini, kegiatan itu mengusung semangat “Tumbuh, Tangguh, dan Mendunia”.

Acara ini menampilkan semangat GReen, KerakyatAN, Digital, dan Export sebagai arah pengembangan usaha kecil ke depan. Pesannya jelas, UMKM tidak cukup hanya menjual produk, tetapi juga perlu memperhatikan keberlanjutan, keterlibatan ekonomi masyarakat, pemanfaatan teknologi digital, dan kesiapan menembus pasar yang lebih luas.

Respons positif dari pengunjung

Gelaran UMKM Grande yang berlangsung di Atrium Pollux Mall Paragon, Semarang, pada 7–11 Mei 2026 juga menarik perhatian pengunjung. Salah satunya Asnawi Hasan yang mengaku terkesan karena pameran itu digelar di tengah mal dan dilengkapi workshop.

Asnawi baru saja mengikuti workshop tentang tanaman dan menilai kegiatan itu bermanfaat, terutama bagi pensiunan seperti dirinya. Ia juga menyebut penjelasan yang didapat dalam workshop sangat lengkap dan memberinya pengalaman baru.

Source: infojateng.id
Terkait