UMKM Menopang Seperlima Investasi Jateng, Dari Rp110 Triliun ke Rp22 Triliun

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menempatkan UMKM sebagai salah satu penopang utama arus investasi daerah. Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah disebut menyumbang sekitar 20 persen dari total investasi yang masuk ke Jawa Tengah.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Jateng Sakina Rosellasari mengatakan kontribusi itu menunjukkan peran positif UMKM terhadap iklim investasi. Ia menyampaikan hal tersebut saat meninjau UMKM Grande 2026 di Mal Paragon Semarang.

Pada 2025, realisasi investasi di Jawa Tengah mencapai Rp110 triliun. Dari jumlah itu, usaha mikro kecil menyumbang Rp22 triliun.

Sakina menilai ketangguhan UMKM sudah terbukti saat masa COVID-19. Di tengah kondisi ekonomi yang terpuruk, sektor ini tetap stabil.

Ia menyebut ketahanan itu menjadi sinyal bahwa mikro kecil kuat dan stabil sebagai penopang investasi di Jawa Tengah. Ketangguhan tersebut juga terlihat merata di berbagai sektor, mulai dari pangan, ritel, hingga kerajinan.

Pemprov Jateng berharap nilai investasi dari sektor UMKM pada 2026 bisa lebih meningkat dibandingkan 2025. Harapan itu muncul seiring semakin kuatnya posisi UMKM dalam struktur ekonomi daerah.

Kurasi UMKM unggulan

UMKM Grande digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah dan menampilkan UMKM unggulan binaan BI Jateng. Kegiatan ini berlangsung pada 7-11 Mei 2026 di Mal Paragon Semarang.

Kepala Perwakilan BI Jateng M. Noor Nugroho mengatakan puluhan UMKM yang tampil dipilih berdasarkan kualitas dan kesiapan menembus pasar yang lebih luas, termasuk ekspor. Sekitar 75 UMKM sudah dikurasi untuk mengikuti ajang tersebut.

Produk yang dibawa sangat beragam, mulai dari fesyen, wastra, kerajinan, home decor, furnitur, hingga kopi. Proses kurasi juga mempertimbangkan konsistensi usaha, kapasitas produksi, dan kualitas produk.

Source: jateng.antaranews.com
Exit mobile version