6 Wilayah Jatim Siaga Kekeringan, Daerah Anda Masuk Daftar?

Memasuki awal musim kemarau, enam wilayah di Jawa Timur sudah lebih dulu menetapkan status siaga kekeringan. Daerah itu adalah Bondowoso, Lamongan, Banyuwangi, Lumajang, Bangkalan, dan Blitar.

Kondisi ini muncul seiring mulai terasa krisis air bersih di sejumlah kawasan akibat cuaca ekstrem. BPBD Jawa Timur menyebut daerah lain di provinsi itu masih mampu menangani dampak kemarau secara mandiri.

Bondowoso jadi yang pertama ajukan bantuan

Dari enam wilayah yang sudah siaga, Bondowoso menjadi daerah pertama yang resmi meminta bantuan distribusi air bersih ke pemerintah provinsi. BPBD Jawa Timur langsung menyalurkan 10.000 liter air bersih atau setara dua truk tangki ke wilayah terdampak.

Bantuan itu diarahkan ke tiga dusun yang mulai mengalami krisis air bersih parah. Tiga dusun tersebut adalah Dusun Banteng Lor, Dusun Sumberwaru, dan Dusun Banteng Duk Betok.

Distribusi air bersih itu disiapkan untuk memenuhi kebutuhan dasar harian sekitar 140 kepala keluarga. Warga di tiga dusun itu menjadi kelompok yang paling terdampak pada tahap awal penanganan.

Daerah lain masih tangani sendiri

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto menyebut enam daerah tersebut memang sudah menerbitkan siaga kekeringan, tetapi belum meminta dropping air bersih. Menurut dia, status siaga itu masih bisa ditangani masing-masing daerah.

Gatot juga mengatakan daerah lain di luar daftar itu masih bisa diatasi menggunakan APBD mereka sendiri. Karena itu, belum semua wilayah yang terdampak langsung masuk fase penanganan dari provinsi.

Ancaman meluas di 29 kabupaten/kota

BPBD Jawa Timur memprediksi dampak kekeringan pada 2026 akan lebih besar dibandingkan 2025. Kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung lebih lama dan lebih panas.

Dalam pemetaan kebencanaan, potensi kekeringan diproyeksikan dapat meluas hingga 916 desa di 29 kabupaten/kota di Jawa Timur. Angka itu menunjukkan ancaman air bersih bukan hanya terjadi di wilayah yang sudah siaga saat ini.

Sejumlah daerah juga disebut sebagai langganan krisis air bersih setiap tahun. Wilayah itu meliputi Bojonegoro, Pacitan, Trenggalek, Pasuruan, Jombang, hingga seluruh wilayah di Pulau Madura.

Posko dan logistik sudah disiapkan

Untuk mengantisipasi dampak kemarau panjang, BPBD Jawa Timur menyiagakan posko kebencanaan dan armada distribusi air bersih dalam jumlah besar. Langkah ini disiapkan agar penanganan bisa bergerak cepat bila kebutuhan air meluas.

Dengan kondisi kemarau yang diperkirakan makin panjang, status siaga di enam wilayah itu menjadi penanda awal tekanan kekeringan di Jawa Timur. Warga di daerah lain juga diminta memperhatikan ketersediaan air bersih sejak dini karena ancaman diperkirakan terus berkembang.

Source: regional.kompas.com
Terkait