Jawa Tengah Bidik Kawasan Industri Baru, Sembcorp Melihat Peluang Besar

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membuka peluang penambahan kawasan industri dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) baru untuk menarik modal lebih besar. Langkah ini menjadi perhatian karena Sembcorp Industries dari Singapura melihat Jawa Tengah sebagai bagian penting dari rencana ekspansi industrinya di Indonesia.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi membahas peluang tersebut bersama Chief Operating Officer Sembcorp Industries Gareth Wong di Kota Semarang pada 21 Juli 2026. Pertemuan itu berfokus pada penjajakan penguatan kerja sama serta kemungkinan pembangunan kawasan industri baru.

Keberhasilan pengelolaan KEK Kendal menjadi salah satu alasan Jawa Tengah kembali menawarkan lokasi baru kepada perusahaan tersebut. Sembcorp Industries diketahui telah menjadi mitra strategis provinsi ini sejak 2016, terutama dalam pengembangan industri, energi, dan kawasan berkelanjutan.

KEK Kendal menjadi pijakan ekspansi

Sembcorp Industries merupakan pengelola KEK Kendal dan juga Jababeka. Kepala DPMPTSP Jawa Tengah Sakina Rosellasari mengatakan kelancaran pengembangan KEK Kendal diharapkan dapat mendorong pembangunan kawasan industri lain oleh Sembcorp di Jawa Tengah.

Menurut Sakina, kawasan industri berperan sebagai magnet bagi investor yang hendak menanamkan modal. Pemerintah provinsi pun telah mendata kabupaten dan kota yang memenuhi syarat untuk mengajukan kawasan industri atau KEK baru.

Salah satu persyaratan utama yang disiapkan adalah ketersediaan lahan minimal 50 hektare. Kajian untuk setiap peluang juga telah disusun dalam bentuk investment project ready to offer, sehingga proyek dapat ditawarkan kepada calon investor.

Saat ini terdapat enam lokasi peruntukan industri yang diproyeksikan menjadi kawasan industri. Sejumlah lokasi itu disebut sudah mendapatkan pendekatan atau sounding minat dari investor.

Indikator KEK KendalRealisasiPeriode
Akumulasi investasiRp187,05 triliunHingga akhir 2025
Realisasi investasiSekitar Rp6 triliunHingga Juli 2026
Target investasiSekitar Rp9 triliun2026
Tenaga kerja terserapHampir 118 ribu orangHingga Triwulan I 2026

Data tersebut menunjukkan skala dampak KEK Kendal terhadap ekonomi daerah. Kawasan itu juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kendal sekitar 9 persen, yang disebut menjadi yang tertinggi di Jawa Tengah.

Sembcorp ingin membangun poros regional

Gareth Wong menilai peluang pembangunan kawasan industri baru di Jawa Tengah masih sangat besar. Sembcorp Industries, yang memiliki 26 kawasan industri di Vietnam dan Singapura, ingin memperluas jangkauan bisnisnya ke Indonesia.

“Kami ingin membuat poros Vietnam, Singapura, dan Indonesia. Jawa Tengah sangat menarik menjadi bagian dari itu,” kata Gareth Wong.

Menurutnya, penambahan dan perluasan kawasan industri merupakan strategi positif bagi pertumbuhan ekonomi serta masa depan Jawa Tengah. Ia menilai Indonesia, khususnya Jawa Tengah, tetap memiliki daya tarik kuat untuk pengembangan industri.

“Ada banyak area. Jadi Indonesia, khususnya Jawa Tengah akan sangat menarik di masa depan. Kami masih melihat Indonesia sebagai daerah yang sangat kuat,” jelasnya.

Kelanjutan pembicaraan sejak 2025

Pertemuan pada Juli 2026 merupakan tindak lanjut dari komunikasi sebelumnya pada Agustus 2025. Pada pertemuan terdahulu, Gareth Wong telah menyampaikan rencana pengembangan KEK Kendal kepada Ahmad Luthfi.

Rencana pengembangan tersebut kini telah memasuki tahap realisasi berupa perluasan kawasan dan masuknya perusahaan baru. Mediaindonesia.com melaporkan bahwa perkembangan KEK Kendal menjadi dasar pembahasan peluang investasi kawasan industri berikutnya di Jawa Tengah.

Bagi pemerintah provinsi, penambahan kawasan industri tidak hanya ditujukan untuk mengejar nilai investasi. Ketersediaan kawasan yang siap ditawarkan juga diharapkan memperluas pilihan lokasi bagi investor dan membuka lapangan kerja baru di berbagai daerah.

Penjajakan dengan Sembcorp Industries menempatkan Jawa Tengah dalam agenda ekspansi industri yang menghubungkan Vietnam, Singapura, dan Indonesia. Tahap berikutnya akan bergantung pada kesiapan lokasi, kajian proyek, serta minat investor terhadap enam kawasan yang telah dipetakan.

Source: mediaindonesia.com
Terkait