Jawa Tengah menghadapi kekurangan ribuan ekor kerbau menjelang Idul Adha. Kekurangan ini terutama terasa karena sejumlah daerah di provinsi itu masih menjadikan kerbau sebagai pilihan utama hewan kurban.
Di Kabupaten Kudus, kebutuhan kerbau untuk kurban mencapai 1.910 ekor, tetapi yang baru tersedia 1.224 ekor. Di tingkat Jawa Tengah, kebutuhan kerbau mencapai 4.472 ekor, sementara ketersediaannya baru 1.204 ekor.
Kondisi itu membuat pasokan kerbau harus segera didatangkan dari provinsi tetangga. Meski hewan kurban lain seperti sapi, kambing, dan domba disebut berlimpah, minat warga terhadap kerbau tetap tinggi di sejumlah wilayah.
Warga berburu hewan kurban langsung ke desa
Sepekan jelang Idul Adha, warga di beberapa daerah di Jawa Tengah mulai berburu hewan ternak untuk kurban. Sebagian memilih datang langsung ke desa-desa untuk membeli sapi, kambing, domba, atau kerbau dari petani dan peternak.
Pilihan itu muncul meski ratusan lapak musiman hewan kurban sudah tersebar di berbagai daerah. Warga menilai harga di kandang atau peternakan lebih murah dan kualitas hewannya lebih baik.
Ridwan, warga Candi, Kota Semarang, mengatakan dirinya mewakili sejumlah tetangga mencari hewan kurban langsung ke pelosok desa. Ia memilih cara itu karena harga lebih murah dan ternaknya dianggap lebih terawat.
Kerbau sulit ditemui di pasar hewan
Berbeda dengan sapi dan kambing, kerbau di sejumlah pasar hewan sekitar Kudus justru jarang terlihat. Dari ratusan ekor sapi dan kambing yang tersedia, jumlah kerbau hanya bisa dihitung dengan jari.
Harga kerbau juga disebut cukup tinggi, dengan selisih sekitar Rp3 juta hingga Rp5 juta dibanding sapi dengan bobot yang sama. Kondisi ini membuat sebagian warga harus mencari ke daerah yang lebih jauh.
Rochmad, warga Kudus, mengatakan dirinya sudah keluar-masuk desa dan sejumlah daerah sekitar, tetapi belum menemukan kerbau. Ia menyebut masjid di Kudus memilih kerbau untuk kurban tahun ini berdasarkan kesepakatan bersama.
Tradisi yang membuat permintaan tetap tinggi
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Didik Tri Prasetiyo, membenarkan adanya kekurangan kerbau menjelang Idul Adha. Ia menyebut kebutuhan di daerahnya belum terpenuhi dan pasokan tambahan harus didatangkan dari luar daerah.
Didik mengatakan tradisi memilih kerbau di Kudus sudah berlangsung sejak zaman wali. Karena itu, meski sapi, kambing, dan domba tersedia berlimpah, permintaan kerbau tetap bertahan.
Di tingkat provinsi, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, juga mengakui kekurangan kerbau untuk kurban. Ia menyebut Jawa Tengah memiliki populasi ternak 6,3 juta ekor, dengan kebutuhan kurban sekitar 9 hingga 10 persen atau 593.168 ekor.
Pasokan dari luar daerah mulai disiapkan
Untuk menutup kekurangan, pasokan kerbau disiapkan datang dari berbagai daerah di provinsi tetangga. Langkah ini ditempuh agar kebutuhan kurban di Jawa Tengah, khususnya di wilayah yang masih memprioritaskan kerbau, tetap terpenuhi.
Secara nasional, populasi kerbau terbesar masih berada di Aceh dengan 108.522 ekor atau 14 persen dari total populasi kerbau Indonesia yang mencapai 755.468 ekor. Setelah Aceh, populasi besar berikutnya berada di Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Timur.
Source: mediaindonesia.com