Data BPS Tunjukkan Jabar Membaik, Dedi Mulyadi Tegaskan Ini Kerja Kolektif

Data Badan Pusat Statistik membuat posisi Jawa Barat terlihat cukup menonjol di tengah penilaian kinerja pembangunan daerah. Sejumlah indikator makro sepanjang 2025 tercatat membaik dan bahkan disebut melampaui rata-rata nasional di beberapa aspek.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai capaian itu bukan hasil kerja satu orang. Ia menyebut hasil tersebut lahir dari kerja kolektif, mulai dari tingkat RT dan RW, kepala desa, camat, bupati, hingga seluruh jajaran pemerintahan dan masyarakat.

Inflasi, ekonomi, dan pasar kerja bergerak lebih baik

BPS mencatat inflasi Jawa Barat berada di angka 0,99 persen. Angka itu lebih rendah dibanding inflasi nasional yang mencapai 1,35 persen.

Selain inflasi, pertumbuhan ekonomi Jawa Barat juga naik 0,37 persen. Pada saat yang sama, tingkat pengangguran terbuka turun 0,10 persen, sementara angka kemiskinan menurun 0,30 persen.

Perbaikan juga terlihat pada ketimpangan pendapatan yang turun 0,03 poin. Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia atau IPM naik 0,98 poin dan disebut sebagai yang tertinggi di Indonesia.

Dedi soroti kerja berlapis dari bawah ke atas

Dedi menekankan bahwa capaian itu selaras dengan kebutuhan publik. Menurut dia, kebijakan pembangunan yang dijalankan selama ini telah mengikuti tuntutan masyarakat di lapangan.

Ia juga menyebut pendekatan kolaboratif menjadi kunci di balik perbaikan indikator pembangunan. Dalam pandangannya, keberhasilan Jawa Barat tidak bisa dilepaskan dari kontribusi aparatur di semua tingkatan.

Tantangan belum selesai

Meski indikator makro membaik, Dedi mengakui hasil itu belum sepenuhnya memuaskan. Ia masih melihat pekerjaan rumah besar di sektor investasi dan penciptaan lapangan kerja.

Dedi menyebut beberapa pabrik akan segera diresmikan dalam waktu dekat. Ia berharap aktivitas itu membantu proses produksi dan membuka kesempatan kerja bagi masyarakat.

Source: bandung.kompas.com

Berita Terkait

Back to top button