Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, memanfaatkan puncak Hari Jadi ke-179 Kabupaten Boyolali untuk menyuarakan pesan yang kuat: budaya dan alam Gunung Merbabu harus dijaga bersama. Seruan itu ia sampaikan di tengah perayaan yang memadukan hiburan rakyat, festival budaya, dan partisipasi ribuan warga di Simpang Siaga, Boyolali.
Pesan tersebut terasa dekat karena Sumarno bukan sekadar pejabat yang datang mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Ia adalah putra asli Boyolali dari Sukarame, Kecamatan Musuk, sehingga memahami langsung manfaat Merbabu bagi masyarakat di sekitarnya.
Merbabu sebagai aset budaya dan sumber kehidupan
Sumarno menegaskan bahwa Merbabu adalah aset bersama, baik dari sisi budaya maupun alam. Ia menyoroti keberadaan Merbabu Art Fest sebagai ruang ekspresi budaya sekaligus mengingatkan bahwa gunung itu merupakan sumber air bagi banyak warga.
Ia juga menyinggung manfaat alam Merbabu yang selama ini dirasakan masyarakat sekitar. Lahan pertanian yang subur dan berbagai kekayaan alam lain menjadi bagian dari kehidupan warga Boyolali.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong kampanye pelestarian lingkungan. Pemprov menekankan bahwa eksplorasi sumber daya alam tidak boleh mengabaikan kelestarian, karena kerusakan lingkungan dapat memicu bencana alam.
Perayaan jadi ruang edukasi publik
Puncak peringatan Hari Jadi Boyolali tahun ini tidak hanya diposisikan sebagai acara seremonial. Perpaduan hiburan rakyat dan festival budaya dinilai menjadi momentum untuk menumbuhkan kesadaran menjaga budaya dan alam Merbabu.
Salah satu penampilan yang menguatkan pesan itu adalah Sendratari Titi Jagad oleh Niken Salindry di panggung peringatan. Pertunjukan tersebut menjadi bagian dari kemeriahan yang juga mengangkat identitas budaya Boyolali.
Bupati Boyolali Agus Irawan mengatakan rangkaian ini merupakan bagian dari Hari Jadi ke-179 Boyolali. Ia menyebut Merbabu Art Fest digelar pada 5-13 Juni 2026 sebagai salah satu agenda utama perayaan.
Dukungan Pemprov dan partisipasi warga
Dalam sambutannya, Sumarno menyampaikan ucapan selamat ulang tahun untuk Boyolali dan berharap daerah itu semakin maju serta sejahtera. Ia juga menegaskan dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terhadap berbagai kegiatan yang digelar di Boyolali.
Agus Irawan turut mengajak masyarakat menikmati hiburan yang disajikan sekaligus tetap menjaga kebersihan. Pesan itu sejalan dengan suasana perayaan yang ramai oleh warga dan berbagai kegiatan pendukung.
Acara puncak di Simpang Siaga juga menampilkan 100 penari dari berbagai sanggar di Boyolali dalam Sendratari Titi Jagad. Di lokasi yang sama, warga disuguhi hiburan rakyat, penampilan Abah Lala yang merupakan putra daerah Boyolali, serta pameran seni dan UMKM.
Source: suarabaru.id