Satu-Satunya Wakil Jatim dari Trenggalek, PJB Polres Berburu Prestasi di Judo Internasional

Persatuan Judo Bhayangkara atau PJB Polres Trenggalek menjadi satu-satunya klub judo dari Jawa Timur yang mengirimkan atlet ke Judo Association Djakarta (J.A.D) Tiang Bendera International Judo Championship di Jakarta. Ajang ini dijadwalkan berlangsung pada 12 hingga 14 Juni 2026 dan akan mempertemukan peserta dari Indonesia hingga luar negeri.

Keikutsertaan ini menempatkan Trenggalek dalam sorotan di level yang lebih tinggi. Di tengah persaingan ketat, PJB membawa 11 atlet muda dari beberapa kelompok usia untuk tampil di kejuaraan bergengsi tersebut.

Lawan datang dari berbagai daerah dan negara

Skuad PJB Trenggalek diisi atlet-atlet muda dari kelas youth usia 11-13 tahun, cadet usia 14-16 tahun, hingga junior usia 17-19 tahun. Di kelas youth, Trenggalek menurunkan Ararya Fayyadh Pranadya.

Pada kelas cadet, ada Galuh Prawiro, Adli Favian Pratama, dan Farhan Satria Yudha Sanjaya. Sementara di kelas junior, kontingen Trenggalek diperkuat Denisafaros Nur Jabbar, Julian Zidan Saputra, Alfath Fadillah Pranadya, Alifa Al Laudza’ia, Willy Rizqika Pasha, Marsya Naviza Dinira Putri, dan Ardhana Pandya Ardiona.

Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan Maliki, S.H., S.I.K., M.I.K. selaku pembina PJB menyatakan kebanggaannya atas keberanian para atlet muda binaan Polres Trenggalek. Ia menilai, tampil di ajang yang diikuti peserta dari dalam dan luar negeri merupakan capaian penting bagi daerah.

“Dari sekian banyak klub Judo di Jawa Timur, ternyata kita punya atlet yang berani tampil dan bersaing di salah satu kejuaraan bergengsi di tanah air. Pesertanya tidak hanya dari Indonesia bahkan dari luar negeri. Ini tentu sangat membanggakan bagi kita semua,” ujarnya.

Persiapan diperpanjang dua bulan

Pelatih PJB sekaligus Ketua PJSI Kabupaten Trenggalek, AKP Suyono, S.H., mengatakan pihaknya menambah masa pemusatan latihan untuk menghadapi turnamen ini. Jika biasanya TC berlangsung satu bulan, khusus kejuaraan internasional ini persiapan diperpanjang menjadi dua bulan.

Menurut dia, langkah itu diperlukan karena lawan yang dihadapi bukan peserta biasa. Ia menyebut atlet yang turun berasal dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan dari luar negeri, sehingga persiapan harus benar-benar matang.

Meski fasilitas latihan masih memiliki keterbatasan, AKP Suyono menilai dukungan pemerintah dan KONI Kabupaten Trenggalek sangat membantu. Ketua KONI Doding Rahmadi, S.T., S.H., M.H. bahkan menyempatkan diri meninjau langsung jalannya pelatihan.

Optimistis tanpa berlebihan

Ridwan Maliki menilai para atlet Trenggalek punya kualitas, kemampuan, dan pengalaman dari sejumlah turnamen serta pertandingan tingkat nasional yang pernah diikuti. Dari modal itu, ia optimistis mereka bisa pulang membawa medali.

“Tentunya dengan dukungan dan doa dari kita semua. Berangkat dengan kebanggaan, pulang dengan kemenangan,” katanya.

Di sisi lain, AKP Suyono memilih tidak memasang target yang terlalu jauh. Ia menilai kejuaraan ini adalah kesempatan langka untuk menguji hasil latihan keras yang sudah dijalani para atlet.

Baginya, target utama bukan sekadar hasil akhir, tetapi juga penambahan pengalaman, peningkatan keterampilan, dan penguatan teknik bertanding. “Mohon doa restu dan dukungannya. Semoga kita bisa meraih prestasi. Bukan saja untuk para atlet, tetapi juga masyarakat Kabupaten Trenggalek,” ujarnya.

Source: polrestrenggalek.com
Exit mobile version