Polda Jatim Gelar Kapolda Cup 2026, Pencarian Bibit Atlet Polri Dimulai di Surabaya

Polda Jatim menggelar Kejuaraan Bulutangkis Piala Kapolda Cup 2026 sebagai bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-80. Ajang ini juga diposisikan sebagai ruang pembinaan atlet di lingkungan kepolisian, bukan sekadar pertandingan internal.

Kegiatan tersebut disebut menjadi agenda rutin tahunan yang menekankan silaturahmi sekaligus pencarian bibit berprestasi. Dari ajang ini, Polda Jatim berharap muncul atlet yang mampu mewakili Polda Jatim hingga Kepolisian Republik Indonesia di level yang lebih tinggi.

Diikuti 44 tim dari jajaran Polri

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur menjelaskan, turnamen berlangsung mulai Senin (8/6) hingga Kamis (11/6). Pesertanya mencapai 44 tim yang berasal dari berbagai satuan di Jawa Timur.

Sebanyak 39 tim mewakili Polres dan Polresta se-Jawa Timur. Lima tim lainnya datang dari lingkungan Polda Jatim, terdiri atas empat tim gabungan satuan kerja dan satu tim dari Satuan Brimob Daerah Jatim.

Pertandingan berlangsung bertahap hingga final

Kompetisi digelar melalui sejumlah مرحله pertandingan, mulai dari babak penyisihan, perempat final, semifinal, sampai babak puncak. Final dilaksanakan pada Jumat pagi setelah rangkaian laga ketat antartim.

Partai penentuan mempertemukan Tim Polda 2 dan Tim Polres Tulungagung. Tim Polda 2 akhirnya keluar sebagai juara pertama setelah menundukkan lawannya.

Tim Polda 2 juara, hadiah pembinaan dibagikan

Polres Tulungagung menempati posisi kedua, sementara juara ketiga bersama diraih Polres Batu dan Polres Pamekasan. Penyerahan hadiah dilakukan usai final sekitar pukul 10.45 WIB.

Juara pertama menerima hadiah pembinaan Rp 10 juta, piala, dan medali. Juara kedua memperoleh Rp 7 juta, sedangkan dua juara bersama masing-masing mendapat Rp 3 juta.

Widi Atmoko menegaskan turnamen ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antaranggota. Ia menyebut keberhasilan atlet bulutangkis Polda Jatim yang sebelumnya menjuarai tingkat Asia Tenggara menjadi dorongan untuk terus meningkatkan pembinaan olahraga di lingkungan kepolisian.

Source: www.detik.com

Berita Terkait

Back to top button