Sumedang bakal menjadi sorotan Jawa Barat pada 23 Juni 2026 saat Forum Ekonomi Regional Jawa Barat (FERJB) 2026 digelar di daerah itu. Forum ini menempatkan budaya, inovasi, dan transformasi digital sebagai poros pembahasan untuk membaca arah ekonomi daerah di tengah perubahan teknologi dan dinamika sosial.
Agenda tersebut dirancang sebagai ruang pertemuan berbagai pemangku kepentingan untuk mengupas strategi pengembangan ekonomi daerah. Fokusnya tidak hanya pada pertumbuhan, tetapi juga pada cara membangun fondasi yang lebih relevan bagi masa depan Jawa Barat.
Persiapan FERJB 2026 dan pematangan konsep kegiatan sudah dibahas dalam pertemuan Pemerintah Kabupaten Sumedang dengan jajaran Kabar Grup Indonesia (KGI) di Pusat Pemerintahan Sumedang pada Jumat, 12 Juni 2026. Pertemuan itu menjadi tahap awal untuk menyusun pelaksanaan forum agar isi pembahasannya lebih terarah.
Founder dan CEO KGI, Upi Asmaradhana, menyebut FERJB 2026 akan menghadirkan sejumlah figur yang dinilai punya peran penting dalam pembangunan nasional. Nama yang dijadwalkan hadir antara lain Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, dan praktisi media sekaligus ekonomi kreatif Helmy Yahya.
Budaya, inovasi, dan digitalisasi jadi benang merah
Upi menjelaskan forum ini tidak hanya membahas pertumbuhan ekonomi dalam pengertian sempit. FERJB 2026 juga diarahkan untuk melahirkan gagasan baru yang bertumpu pada kekuatan budaya, inovasi, dan transformasi digital sebagai fondasi pembangunan daerah.
Targetnya adalah memperluas wawasan masyarakat mengenai peluang ekonomi yang terus berkembang di Jawa Barat. Karena itu, peserta yang dilibatkan berasal dari beragam kalangan, mulai dari mahasiswa, pegiat budaya, pelaku ekonomi kreatif, komunitas, hingga unsur masyarakat yang关注 terhadap pembangunan daerah.
Sumedang dan Rebana dalam peta pertumbuhan baru
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk memaksimalkan potensi Sumedang dan kawasan Rebana. Ia menekankan bahwa pembangunan daerah tidak bisa bertumpu pada pemerintah semata, melainkan harus melibatkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.
Dony juga menyebut kawasan Rebana kini berkembang sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru. Menurut dia, sinergi yang kuat dibutuhkan agar manfaat pembangunan bisa dirasakan lebih merata di berbagai lapisan masyarakat.
Ia berharap FERJB 2026 dapat menghasilkan gagasan dan rekomendasi yang bisa diterjemahkan menjadi program konkret. Arah program itu mencakup dorongan investasi, penguatan ekonomi kreatif, percepatan digitalisasi, dan penjagaan keberlanjutan budaya lokal.
Dampak yang diharapkan dari forum
Melalui penyelenggaraan FERJB 2026, Sumedang diproyeksikan memperkuat perannya sebagai salah satu daerah strategis di kawasan Rebana. Forum ini juga diharapkan membuka jejaring kerja sama yang lebih luas untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Jawa Barat yang berkelanjutan.
FER Jawa Barat sendiri menjadi bagian dari rangkaian FER yang sebelumnya digelar di sejumlah wilayah lain. Rangkaian itu mencakup FER Kalimantan di Pontianak pada Oktober 2025, FER Indonesia Timur di Makassar pada 24 Des 2025, FER Jakarta, FER Sumatera di Palembang pada 20 April 2026, dan FER Jawa di Yogyakarta pada 4 Juni 2026.
