Ahmad Luthfi Tinjau SPMB Jateng 2026, Pastikan Lancar Tanpa Titip-Menitip

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau langsung pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMA dan SMK negeri tahun ajaran 2026/2027 untuk memastikan proses berjalan lancar. Pemantauan ini juga menjadi penegasan bahwa penerimaan siswa baru di Jateng harus berlangsung tanpa kendala, tanpa praktik titip-menitip, dan tetap transparan.

Luthfi melihat kondisi layanan di Posko SPMB Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah dan SMAN 3 Kota Semarang. Dari pantauan di lapangan, proses pendaftaran sejauh ini berjalan baik dan tidak menunjukkan gangguan berarti.

Kendala teknis ditangani langsung di lapangan

Sejumlah kendala yang muncul umumnya berasal dari calon peserta didik atau orang tua dan wali murid yang belum lancar menggunakan aplikasi. Persoalan itu banyak terkait unggah data, tetapi petugas langsung membantu agar pendaftaran tetap berjalan.

Luthfi menyebut mayoritas persoalan yang muncul bukan pada sistem utama, melainkan pada penggunaan aplikasi oleh pendaftar. “Rata-rata tidak bisa mengaplikasikan terkait unggah data dan sebagainya, tapi sudah kita bantu semuanya,” ujarnya saat melakukan pemantauan.

Ia juga mengapresiasi petugas SPMB yang tetap siaga melayani pada hari Sabtu. Menurutnya, pelayanan pendidikan harus tetap hadir agar masyarakat memperoleh pendampingan selama proses pendaftaran berlangsung.

Di SMAN 3 Semarang, Luthfi melihat para guru tetap bersiaga melayani masyarakat terkait SPMB. Ia menilai kesiapsiagaan itu sebagai bagian dari komitmen pelayanan pendidikan di Jawa Tengah.

“Ini salah satu bentuk pelayanan kita, agar anak-anak yang mendaftar SMA ini bisa memilih dan memilah. Mereka itu merupakan aset bagi provinsi di akan datang,” kata Luthfi.

No Titip-titip, No Jastip ditegaskan lagi

Dalam pelaksanaan SPMB 2026, Luthfi kembali menegaskan tagline “No Titip-titip, No Jastip”. Prinsip itu dipakai untuk menjaga proses penerimaan peserta didik baru tetap adil, transparan, dan berintegritas.

Ia juga menekankan bahwa seluruh jalur dan kuota penerimaan sudah ditetapkan sejak awal. Untuk SMA negeri, komposisinya terdiri dari jalur domisili 33 persen, afirmasi 32 persen, prestasi 30 persen, dan mutasi 5 persen.

Sementara itu, untuk SMK negeri, kuotanya dibagi menjadi prestasi 75 persen, afirmasi 15 persen, dan domisili 5 persen. Luthfi meminta penjelasan kepada orang tua dan wali murid disampaikan secara jelas agar tidak muncul komplain.

“Percayalah, kita bisa merekrut peserta didik secara profesional, sesuai ketentuan, dan tidak melanggar hukum. Berikan penjelasan kepada seluruh orang tua/wali murid dengan jelas agar tidak ada komplain. SPMB 2026 ini harus lebih baik dari tahun kemarin,” katanya saat menyapa petugas SPMB di Kantor Cabang Dinas Pendidikan secara daring.

Sistem diperkuat untuk hadapi lonjakan pendaftar

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah Sadimin menjelaskan bahwa sistem SPMB tahun ajaran 2026/2027 diperkuat melalui kolaborasi dengan Dinas Komunikasi, Informatika, dan Digital Jateng serta perusahaan teknologi Alibaba. Penguatan ini ditujukan untuk menjaga stabilitas sistem dan mengantisipasi lonjakan pendaftar.

Sistem tersebut memakai cloud server dengan fitur auto scaling yang dapat menambah kapasitas server secara otomatis sesuai kebutuhan. Dengan cara itu, potensi gangguan akibat akses tinggi diharapkan bisa ditekan.

Pemprov Jawa Tengah juga menyiapkan sistem cadangan multi-zone agar layanan tetap berjalan jika salah satu pusat data mengalami gangguan. Dalam skema ini, pusat data lain akan langsung mengambil alih sehingga pendaftaran tidak terhenti.

Dari sisi keamanan, Sadimin memastikan data pribadi calon peserta didik terlindungi dari kebocoran maupun serangan siber. Perlindungan itu diperkuat dengan teknologi verifikasi berbasis cloud untuk menjaga integritas data.

“Kami menjamin perlindungan penuh terhadap data pribadi siswa, dari risiko kebocoran data maupun serangan siber,” kata Sadimin.

Source: www.harianjogja.com

Terkait