Pemerintah Provinsi Jawa Barat masih menghitung anggaran untuk membantu sekitar 78.000 calon murid baru yang tidak lolos SPMB 2026. Skema itu disiapkan agar mereka tetap bisa melanjutkan sekolah lewat kerja sama dengan sekolah swasta.
Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, mengatakan pemprov sedang menyimulasikan kebutuhan biaya secara cermat. Ia menyebut Gubernur Jawa Barat sudah memberi sinyal agar pemerintah menyiapkan solusi bagi puluhan ribu calon murid baru yang belum mendapat kursi di sekolah negeri.
Anggaran Masih Disimulasikan
Herman menegaskan jumlah calon murid baru yang akan dibantu belum dipatok final. Menurut dia, angka yang disebut gubernur berada di kisaran 70 ribu, tetapi perhitungannya tetap harus disusun dengan teliti.
Program bantuan itu menjadi bagian dari upaya mencegah calon murid baru putus sekolah setelah hasil PCMB diumumkan. Pemprov Jabar ingin memastikan peserta didik yang tidak tertampung di sekolah negeri tetap memiliki akses pendidikan.
Skema Pembiayaan Lintas Tahun
Pemprov Jabar menyiapkan pembiayaan program ini melalui APBD Perubahan 2026. Pemerintah daerah juga akan mendorong dukungan lewat APBD murni tahun berikutnya.
Herman menjelaskan skema itu perlu disusun lintas tahun anggaran karena tahun ajaran 2026/2027 berjalan di dua periode berbeda. Karena itu, beban pembiayaan tidak bisa hanya ditumpukan pada satu pos anggaran.
Bentuk Bantuan Belum Diputuskan
Meski anggaran sudah mulai dihitung, Pemprov Jabar belum menentukan bentuk bantuan yang akan diberikan. Opsi yang masih disimulasikan mencakup subsidi sebagian biaya pendidikan atau pembebasan biaya penuh.
Herman menyebut detail teknis program masih menjadi domain Dinas Pendidikan. Seluruh skema itu masih terus dibahas sesuai arahan gubernur agar bantuan benar-benar tepat sasaran bagi calon murid baru yang belum terakomodasi.
