Parade Military Drumband di Madiun menjadi sorotan karena menghadirkan sembilan sekolah tingkat SMA sederajat dari berbagai daerah di Jawa Timur. Ajang ini bukan hanya bagian dari peringatan ke-108 Hari Jadi Kota Madiun, tetapi juga memperlihatkan besarnya minat generasi muda terhadap kompetisi yang memadukan seni, disiplin, dan ketertiban.
Kegiatan yang digelar Pemkot Madiun itu disebut rutin berlangsung selama bertahun-tahun. Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun mengatakan lomba ini bertujuan menjadi wadah kreasi generasi muda sekaligus menggerakkan ekonomi warga.
Peserta datang dari berbagai daerah
Sembilan tim ikut dalam parade tersebut. Mereka berasal dari Madiun, Pasuruan, Caruban, Ponorogo, Bojonegoro, Magetan, dan Ngawi.
Daftar peserta meliputi SMK Negeri 1 Kota Madiun, SMK Negeri 3 Kota Madiun, SMA Taruna Madani Pasuruan, SMA 3 Taruna Angkasa Madiun, SMK Negeri 1 Mejayan Caruban, SMK PGRI 2 Ponorogo, SMA Negeri 1 Padangan Bojonegoro, SMK Penerbangan Angkasa Lanud Iswahjudi Magetan, dan SMA Negeri 1 Kwadungan Ngawi.
Bagus menilai keikutsertaan tim dari berbagai daerah menunjukkan bahwa perayaan hari jadi Kota Madiun tidak hanya dirayakan masyarakat setempat. Ia menyebut semangat dan antusiasme juga datang dari daerah lain di Jawa Timur.
Rute pawai dan penilaian lomba
Lomba Parade Military Drumband Kota Madiun 2026 berlangsung seperti pawai. Kegiatan dimulai dari Titik Nol Kota Madiun dan berakhir di Stadion Wilis Kota Madiun.
Panitia menilai beberapa aspek dalam lomba itu. Unsurnya meliputi kreativitas, disiplin, dan kekompakan.
Kehadiran ribuan warga di sepanjang rute juga menjadi perhatian pemerintah kota. Bagus menyebut suasana ramai itu memberi manfaat bagi pelaku UMKM dan pedagang yang ikut menikmati perputaran ekonomi dari keramaian acara.
Ia mengatakan parade ini tidak hanya menyajikan hiburan berkualitas. Kegiatan tersebut juga memberi dampak positif ganda karena ikut mendorong aktivitas ekonomi warga.
Perolehan juara dan penampilan penutup
SMK Negeri 3 Kota Madiun meraih juara III dan membawa pulang trofi serta uang pembinaan Rp6 juta. Juara II diraih SMA Taruna Madani Pasuruan dengan trofi dan uang pembinaan Rp8 juta.
Posisi juara I diraih SMA 3 Taruna Angkasa Madiun. Sekolah itu mendapat trofi dan uang pembinaan Rp10 juta.
Setelah penyerahan penghargaan, seluruh peserta menampilkan persembahan bersama di Stadion Wilis. Kolaborasi itu menutup rangkaian lomba dengan suasana meriah dan menonjolkan persatuan serta sportivitas.
Source: jatim.antaranews.com






