Ancaman PHK kembali membayangi industri manufaktur di Jawa Timur setelah muncul kabar dua pabrik komponen otomotif raksasa asal Jepang bersiap merelokasi usaha ke Vietnam. Pemerintah pun langsung memasang radar pemantauan ketat karena langkah itu dinilai bisa memicu gelombang pemutusan hubungan kerja di sektor yang menyerap banyak tenaga kerja.
Menaker Yassierli mengatakan pemerintah akan mengawasi perkembangan isu ini dari proses internal perusahaan hingga penanganan di tingkat kementerian. Saat ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, ia menegaskan bahwa setiap isu PHK akan dipantau dan diselesaikan melalui jalur yang tersedia.
Alarm Bahaya di Sektor Otomotif
Kabar relokasi dua pabrik itu juga memicu kekhawatiran setelah penasihat khusus presiden bidang ketenagakerjaan, Said Iqbal, memperingatkan potensi tsunami PHK. Ia menilai perpindahan pabrik ke Vietnam dapat berdampak besar pada ribuan buruh yang menggantungkan hidup dari aktivitas industri tersebut.
Pemerintah belum mengungkap nama lengkap kedua perusahaan itu dan hanya menyebutnya dengan inisial PT J dan PT S. Langkah itu diambil untuk menjaga psikologis pasar sekaligus memberi ruang bagi proses lobi yang masih berlangsung secara tertutup.
Langkah yang Disiapkan Pemerintah
Yassierli menyebut Kemnaker akan mendorong perundingan bipartit antara manajemen dan serikat pekerja. Jika jalan itu buntu, kementerian akan menurunkan mediator untuk membantu mencari solusi atas hak-hak pekerja dan opsi yang bisa diterima kedua pihak.
Ia juga menegaskan pemerintah menunggu hasil verifikasi di lapangan sambil menyiapkan pengamanan sosial bagi buruh yang terdampak. Menurut Yassierli, pola penerjunan mediator sejauh ini cukup efektif meredam gejolak di beberapa kasus ketenagakerjaan lain di Indonesia.
Said Iqbal menekankan bahwa negosiasi diam-diam tetap penting pada tahap awal agar pembahasan tidak berantakan. Karena itu, identitas kedua perusahaan diminta tidak dibuka lebih jauh sampai proses penyelesaian di belakang layar menunjukkan hasil yang jelas.
