Liga Sepak Takraw Indonesia 2026 digerakkan sebagai alat utama regenerasi atlet nasional oleh Pengurus Besar Persatuan Sepak Takraw Indonesia. Lewat kompetisi berjenjang di lima wilayah, PB PSTI membidik lahirnya pemain yang siap naik ke level SEA Games, Asian Games, hingga kejuaraan dunia.
Pola pembinaan ini menjadi penting karena liga tidak hanya diposisikan sebagai ajang antardaerah. PB PSTI menempatkannya sebagai sistem yang berkelanjutan untuk menjaring talenta terbaik dan menyiapkan jalur menuju tim nasional.
Lima wilayah, 39 tim
LSI 2026 berlangsung pada 2-27 Juli 2026 dan dibagi ke dalam lima wilayah. Bandar Lampung menjadi tuan rumah Wilayah I, Surabaya Wilayah II, Mamuju Wilayah III, Jayapura Wilayah IV, dan Tarakan Wilayah V.
Sebanyak 39 tim dari berbagai provinsi ikut serta berdasarkan rekomendasi Pengurus Provinsi PSTI. Khusus Wilayah II, peserta datang dari sembilan provinsi di Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
Regenerasi jadi fokus utama
Sekretaris Jenderal PB PSTI Nukhrawi Nawir menegaskan liga nasional ini dirancang sebagai sistem pembinaan atlet yang berkelanjutan. Ia menyampaikan hal itu saat membuka LSI 2026 Wilayah II di Surabaya, Kamis (2/7/2026).
Menurut Nukhrawi, kompetisi ini tidak berhenti pada perebutan hasil pertandingan. Ia menilai liga harus menjadi wadah menjaring talenta terbaik menuju level internasional.
Standar pertandingan dan perlindungan atlet
Seluruh pertandingan dipimpin 25 wasit nasional berlisensi. Di saat yang sama, seluruh atlet yang tampil juga mendapat perlindungan BPJS Kesehatan selama kompetisi berlangsung.
Kehadiran perangkat pertandingan berlisensi dan jaminan perlindungan kesehatan menegaskan bahwa liga ini disiapkan dengan standar penyelenggaraan yang lebih rapi. Hal itu juga menunjukkan fokus PB PSTI pada aspek pembinaan sekaligus keamanan atlet.
Jawa Timur dipercaya jadi tuan rumah
PB PSTI menunjuk Jawa Timur sebagai salah satu tuan rumah karena daerah ini dinilai punya tradisi pembinaan atlet yang konsisten. Provinsi tersebut disebut rutin melahirkan pemain yang mampu bersaing di level nasional.
Nukhrawi menyebut potensi Jawa Timur sangat besar dan pengurus daerahnya aktif. Karena itu, Jawa Timur diminta menjadi tuan rumah penyelenggaraan wilayah.
Peluang atlet daerah menuju tim nasional
Ketua PSTI Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menilai LSI menjadi kesempatan bagi atlet daerah untuk menunjukkan kualitas. Ia juga melihat ajang ini sebagai pintu menuju tim nasional.
Aries menyatakan kontingen Jawa Timur sudah dipersiapkan matang dari sisi fisik, teknik, dan mental bertanding. Ia menegaskan target daerahnya bukan hanya berprestasi di LSI, tetapi juga mengirim sebanyak mungkin atlet ke pemusatan latihan nasional.
Mendorong prestasi hingga level internasional
Aries menegaskan Jawa Timur harus menghasilkan bibit atlet nasional yang bisa tampil di SEA Games, Asian Games, dan event level dunia. Ia juga menilai kompetisi ini penting untuk membangun sportivitas dan memperkuat persaudaraan antardaerah.
Dengan format berjenjang, jumlah peserta yang tersebar di lima wilayah, dan fokus pada pembinaan jangka panjang, LSI 2026 menjadi salah satu jalur penting untuk menjaga suplai atlet sepak takraw Indonesia menuju panggung internasional.
Source: www.suarasurabaya.net






