DJKA Kementerian Perhubungan bersiap menyusun standar operasional prosedur darurat untuk jalur kereta api di kawasan Lumpur Sidoarjo. Langkah ini diambil setelah area tersebut dinyatakan sebagai daerah rawan dan kondisi lintasannya makin kritis.
Ancaman terbesarnya datang dari penurunan permukaan tanah yang terus terjadi. Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya, Denny Michels Adlan, menyebut jalur di titik itu mengalami penurunan sekitar satu meter dari permukaan laut dalam periode 2022 hingga 2026, sehingga stabilitas trek semakin terancam.
Kondisi Jalur Sudah Kritis
Menurut Denny, upaya peninggian maupun pengembangan infrastruktur di lokasi tersebut sudah tidak lagi memungkinkan. Selama hampir 20 tahun terakhir, jalur kereta api di kawasan itu memang telah ditinggikan hampir tiga meter dari kondisi awal agar operasional perjalanan tetap aman.
Namun, penanganan yang berlangsung sejauh ini masih terbatas pada perawatan rutin. Tindakan itu mencakup peninggian trek, pengecekan berkala dengan sarana Multi Tie Tamper, serta penambahan batu balas.
| Aspek | Informasi |
|---|---|
| Kondisi jalur | Kritis dan makin terancam stabilitasnya |
| Perubahan permukaan tanah | Turun sekitar satu meter dari permukaan laut pada 2022 hingga 2026 |
| Upaya jangka panjang yang sudah dilakukan | Jalur ditinggikan hampir tiga meter selama hampir 20 tahun |
| Perawatan rutin | Peninggian trek, pengecekan dengan Multi Tie Tamper, dan penambahan batu balas |
Relokasi Jadi Solusi Permanen
Untuk jangka menengah dan panjang, DJKA telah menyiapkan rencana relokasi jalur yang melintasi wilayah Sidoarjo menuju Tulangan hingga Gununggangsir. Opsi ini diposisikan sebagai solusi permanen bagi lintasan yang kini dianggap terlalu berisiko untuk terus dipertahankan dengan cara lama.
Di sisi lain, langkah jangka pendek menuntut konsolidasi antara DJKA, PT Kereta Api Indonesia (Persero), dan pemerintah daerah. Sinergi itu dibutuhkan agar mitigasi dan penanganan kondisi darurat bisa berjalan dengan pedoman yang sama.
SOP Darurat Diburu Sebelum Musim Hujan
Penyusunan SOP atau rencana tanggap darurat akan disesuaikan dengan kondisi lapangan, termasuk untuk menghadapi banjir dan situasi kritis lain. Jatim.antaranews.com mencatat, dokumen ini ditargetkan selesai tahun ini karena musim hujan akan segera tiba.
Denny juga menegaskan kesiapsiagaan dibutuhkan untuk menghadapi kemungkinan terburuk, terutama karena kemampuan pompa saat kondisi ekstrem belum dapat dipastikan. Dengan SOP yang lebih jelas, seluruh pihak terkait diharapkan memiliki pegangan yang sama saat keadaan darurat muncul di jalur kereta kawasan Lumpur Sidoarjo.
Source: jatim.antaranews.com






