Jawa Barat Tuan Rumah yang Tak Terbendung, Rebut 11 Emas di Kejurnas Squash 2026

Jawa Barat tampil dominan saat Kejuaraan Nasional Squash 2026 berakhir di GOR Wibawa Mukti, Kabupaten Bekasi. Tuan rumah menutup ajang itu sebagai juara umum dengan koleksi 11 medali emas, lima perak, dan 15 perunggu.

Pencapaian tersebut menegaskan posisi Jawa Barat sebagai kekuatan terbesar di nomor-nomor yang dipertandingkan. Di belakangnya, DKI Jakarta dan Kalimantan Timur harus puas mengisi dua posisi berikutnya dalam klasemen medali.

Persaingan di papan atas

Ketua Pelaksana Kejurnas Squash 2026 Endang Suranata menyebut DKI Jakarta finis di peringkat kedua dengan dua emas, tujuh perak, dan 12 perunggu. Kalimantan Timur menyusul di posisi ketiga lewat satu emas, satu perak, dan tiga perunggu.

KontingenEmasPerakPerunggu
Jawa Barat11515
DKI Jakarta2712
Kalimantan Timur113

Ajang ini berlangsung pada 7-11 Juli 2026 di GOR Wibawa Mukti, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Kejurnas tersebut juga menegaskan bahwa fasilitas pertandingan di daerah itu semakin dipercaya untuk menggelar event nasional.

Dukungan venue dan pembinaan

Endang mengucapkan terima kasih kepada PB PSI, KONI Pusat, Kemenpora, KOI, Pemerintah Kabupaten Bekasi, para mitra, dan sponsor yang mendukung penyelenggaraan. Ia juga menyoroti kontribusi Pemkab Bekasi yang menghadirkan GOR Squash Wibawa Mukti berstandar internasional sebagai venue Kejurnas selama dua tahun berturut-turut.

Menurutnya, keberadaan fasilitas itu menjadi modal penting untuk membangun ekosistem pembinaan atlet secara berkelanjutan. Arena tersebut disebut siap kembali jika dipercaya menjadi tuan rumah kejuaraan tingkat nasional maupun internasional.

Wakil Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI Kolonel Kes (Purn.) Irfan Bachtiar juga memberi apresiasi atas penyelenggaraan Kejurnas Squash 2026 di Kabupaten Bekasi. Ia menilai kualitas venue sangat baik dan layak untuk ajang tingkat nasional maupun internasional.

Tantangan memperluas squash

Irfan menilai Kejurnas ini penting untuk memperluas pembinaan squash di Indonesia. Ia mengingatkan bahwa kontingen daerah dan jumlah atlet peserta masih terbilang minim, meski cabang olahraga ini mulai digemari masyarakat.

Dengan fasilitas yang representatif, tantangan berikutnya adalah memperbanyak provinsi yang aktif berkompetisi dan melahirkan atlet berkualitas. Dari Kejurnas di Kabupaten Bekasi ini, Jawa Barat pulang dengan status paling kuat, tetapi pekerjaan besar untuk memperluas basis squash nasional masih terus terbuka.

Source: megapolitan.antaranews.com
Terkait