Polda Jawa Barat meminta warga ikut membantu menangkap pelaku begal apabila menyaksikan langsung aksi kejahatan jalanan. Namun, kepolisian mengingatkan tindakan warga harus tetap tegas dan terukur serta tidak sampai menyebabkan pelaku meninggal.
Ajakan itu muncul di tengah perhatian terhadap sejumlah kasus kejahatan jalanan di Bandung dan wilayah sekitarnya. Polda Jabar juga menyatakan akan mengambil tindakan tegas terukur terhadap para pelaku begal.
19 Kasus Mencuat, 24 Kasus Diungkap
Kabid Humas Polda Jawa Barat Hendra Rochmawan menyebut ada 19 kasus kejahatan jalanan yang viral di media sosial sepanjang Juli 2026. Di sisi lain, polres jajaran di Jawa Barat telah mengungkap 24 kasus begal.
| Data | Jumlah | Keterangan |
|---|---|---|
| Kasus kejahatan jalanan yang viral | 19 kasus | Sepanjang Juli 2026 di Jawa Barat |
| Kasus begal yang diungkap | 24 kasus | Diungkap polres jajaran |
Menurut Hendra, unggahan warga di media sosial membantu polisi menelusuri kejadian yang menonjol. “Terima kasih sekali pada masyarakat yang telah memposting, sehingga kita bisa telusuri berbagai kejadian-kejadian yang saat ini menonjol dan viral ya,” ucapnya di Mapolda Jawa Barat, Selasa, 21 Juli 2026.
Data pengungkapan yang lebih tinggi daripada jumlah kasus yang viral menunjukkan penanganan kepolisian tidak hanya bertumpu pada peristiwa yang ramai dibicarakan. Hendra menyatakan perhitungan 19 kasus tersebut mencakup wilayah Jawa Barat.
Warga Diminta Bertindak Terukur
Kapolda Jawa Barat telah menginstruksikan para kapolres jajaran untuk mengatasi aksi begal. Instruksi itu disertai penegasan bahwa masyarakat dapat membantu menangkap pelaku saat menemukan kejadian tersebut.
Hendra menekankan batas dalam tindakan warga ketika menghadapi pelaku kejahatan. “Upaya kita yang pertama adalah perintah Pak Kapolda untuk tindak tegas terukur jelas, dan ini tidak hanya kepada polisi kepada masyarakat pun boleh ya. Tapi dengan catatan tegas dan terukur, tidak boleh sampai mati lah istilahnya,” kata Hendra.
Penegasan itu menjadi bagian penting dari respons Polda Jabar terhadap keresahan atas kejahatan jalanan. Penanganan terhadap pelaku tetap diarahkan pada tindakan yang terukur, baik oleh aparat maupun warga yang berada di lokasi kejadian.
Pengamanan Bandung Raya Diperkuat
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan telah berkoordinasi dengan Kapolda Jabar untuk memperkuat pengamanan di wilayah rawan kriminal. Pengamanan secara teknis dan taktis disebut akan dilakukan di Bandung Raya serta seluruh wilayah Jawa Barat.
Langkah tersebut ditujukan untuk memberi rasa aman kepada masyarakat yang khawatir atas meningkatnya kejahatan jalanan. Dedi mengatakan koordinasi dengan kepolisian dilakukan agar pengamanan dapat menjangkau wilayah yang membutuhkan perhatian.
“Selanjutnya saya sudah berkoordinasi dengan Kapolda Jabar untuk secara teknis dan taktis melakukan pengamanan di seluruh wilayah Bandung Raya dan seluruh wilayah Jawa Barat,” ujar Dedi. Pernyataan itu disampaikan sebagai respons terhadap kekhawatiran warga akan tindak kriminal di jalanan.
Patroli Lingkungan Jadi Peran Warga
Selain penguatan aparat, Dedi mengajak warga menjaga keamanan lingkungan masing-masing. Ia mendorong patroli dilakukan di tingkat RT dan RW, terutama pada titik strategis di kota maupun desa yang berpotensi menjadi lokasi pembegalan, perampokan, dan aksi kriminal lain.
“Untuk itu mari kita bersama-sama untuk menjaga keamanan lingkungan kita masing-masing,” ucap Dedi. Peran warga dalam patroli lingkungan dipandang penting untuk mencegah gangguan keamanan yang meresahkan masyarakat.
Menurut laporan www.metrotvnews.com, ajakan menjaga lingkungan tersebut berjalan beriringan dengan penguatan pengamanan oleh kepolisian. Fokusnya mencakup wilayah Bandung Raya hingga daerah lain di Jawa Barat yang dinilai rawan tindak kriminal.
