Ambisi Inggris memperluas pusat data untuk menopang pertumbuhan kecerdasan buatan atau AI kini menghadapi persoalan yang lebih mendasar: ketersediaan air. Industri penyedia air memperingatkan kebutuhan fasilitas digital tersebut dapat memperparah tekanan pasokan, terutama di wilayah yang sudah rawan kekeringan.
Risiko itu muncul ketika pembangunan pusat data terkonsentrasi di selatan dan timur Inggris, dua kawasan dengan tekanan air yang tinggi. Lebih dari tiga perempat pusat data negara itu berada di wilayah tersebut, sementara sejumlah daerah telah membatasi penggunaan selang air akibat gelombang panas dan curah hujan yang minim.
Proyeksi kebutuhan air dinilai belum lengkap
Water UK, organisasi yang mewakili perusahaan penyedia air di Inggris dan Irlandia Utara, menilai proyeksi kebutuhan air pemerintah sangat keliru. Dalam dokumen yang disampaikan kepada anggota parlemen, organisasi itu menyebut kebutuhan air untuk pusat data belum masuk dalam perhitungan pemerintah.
Water UK juga menyoroti kerangka nasional sumber daya air yang diterbitkan Badan Lingkungan Inggris pada Juni 2025. Dokumen itu disebut belum memperkirakan kebutuhan air pusat data, padahal pemerintah ingin meningkatkan kapasitas fasilitas tersebut untuk mendukung pertumbuhan AI.
“Tampaknya ada asumsi bahwa negara akan selalu memiliki cukup air untuk memenuhi kebutuhan ekonominya. Kenyataannya justru jauh dari itu,” tulis Water UK dalam pernyataan yang dikutip The Guardian.
Pusat data membutuhkan air dalam jumlah besar untuk mengendalikan panas dari server. Air dipakai langsung pada sistem pendingin, chiller, dan pengatur kelembapan, sementara kebutuhan listrik yang tinggi juga menambah konsumsi air secara tidak langsung.
Lonjakan kebutuhan hingga 2030
Water UK memperkirakan pusat data di Inggris saat ini mengonsumsi sekitar 6,6 juta liter air minum setiap hari. Jika kapasitasnya benar-benar naik tiga kali lipat pada 2030 sesuai target pemerintah, kebutuhan itu diperkirakan mencapai 19,8 juta liter per hari.
| Situasi | Kebutuhan Air | Keterangan |
|---|---|---|
| Pusat data Inggris saat ini | 6,6 juta liter per hari | Perkiraan Water UK |
| Jika kapasitas naik tiga kali lipat pada 2030 | 19,8 juta liter per hari | Sesuai target peningkatan kapasitas pemerintah |
| Usulan sebagian pengembang di wilayah Affinity Water | Hingga 3 juta liter per hari | Setara kebutuhan sekitar 3.500 rumah saat permintaan puncak |
Tekanan paling nyata terlihat di wilayah layanan Affinity Water, termasuk Slough yang memiliki konsentrasi pusat data terbesar di Inggris. Perusahaan itu mengungkapkan sekitar 125 pusat data sedang diusulkan atau dibangun di area layanannya.
Sejumlah pengembang mengajukan kebutuhan air hingga 3 juta liter per hari. Angka tersebut setara dengan konsumsi sekitar 3.500 rumah ketika permintaan air mencapai puncaknya.
Potensi konflik saat kekeringan
Water UK meminta pemerintah menetapkan prioritas penggunaan air ketika kekeringan terjadi. Tanpa pedoman yang jelas, distribusi air berpotensi memicu kompromi dan konflik antara kebutuhan rumah tangga, industri, serta pusat data baru.
Peringatan itu semakin penting karena laporan House of Lords pada Mei memperkirakan Inggris dapat mengalami kekurangan pasokan air publik hingga 5 miliar liter per hari pada 2055. Menurut Water UK, pembangunan pusat data tambahan di kawasan yang tertekan pasokan airnya sulit dilakukan tanpa perubahan kebijakan.
Pemerintah Inggris menyatakan pertumbuhan AI harus berjalan beriringan dengan pembangunan berkelanjutan. Pemerintah mengatakan akan melindungi pasokan air sambil mendorong ekonomi, termasuk mencari alternatif untuk mengurangi dampak pusat data terhadap konsumsi air dan limbah.
Pemerintah juga menyebut sedang menempuh langkah untuk menjamin pasokan di tengah kenaikan permintaan. Langkah itu mencakup investasi infrastruktur dalam jumlah besar serta pembangunan sembilan bendungan baru.
