Suasana Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis (8/1/2026) dipenuhi semangat ketika Presiden Prabowo Subianto secara langsung menghitung medali yang diraih oleh atlet triathlon Indonesia, Martina Ayu Pratiwi. Momen ini terjadi saat penyerahan bonus untuk para atlet dan tim kepelatihan yang berlaga di SEA Games 2025 Thailand.
Martina Ayu tampil sebagai atlet pertama yang menerima bonus dari presiden dengan membawa tujuh medali di lehernya, terdiri dari lima medali emas dan dua medali perak. Ia menjadi sorotan utama berkat prestasi gemilangnya pada ajang tersebut.
Prestasi Gemilang Martina Ayu di SEA Games 2025
Medali emas Martina Ayu diraih dari nomor-nomor unggulan triathlon seperti individual putri, relay putri, dan relay campuran. Sedangkan dua medali peraknya didapatkan dari nomor beregu. Raihan tersebut menjadikan Martina Ayu sebagai atlet Indonesia dengan jumlah medali terbanyak pada SEA Games 2025, sebuah pencapaian impresif sejak debutnya di ajang ini.
Prestasi luar biasa tersebut langsung memicu reaksi positif dari Presiden Prabowo yang dengan antusias menghitung medali milik Martina secara satu per satu di depan para atlet dan tamu undangan. Aksi ini mendapat sambutan tepuk tangan yang meriah, menandakan apresiasi yang tinggi sekaligus memberikan semangat bagi para atlet lainnya.
Penghargaan dan Bonus untuk Atlet Berprestasi
Setelah menghitung medali, Presiden Prabowo menyerahkan bonus secara simbolis berupa buku tabungan kepada Martina Ayu. Bentuk penghargaan ini mencerminkan perhatian negara terhadap perjuangan keras para atlet dalam mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Dalam sambutannya, Prabowo menegaskan bahwa prestasi olahraga adalah simbol kekuatan sebuah bangsa.
“Para olahragawan yang mewakili bangsa adalah simbol bangsa yang kuat. Saya sangat berterima kasih dan bangga kepada saudara-saudara,” ucap Presiden Prabowo kepada para atlet yang hadir.
Raih Total Medali dan Pencapaian Historis Indonesia
Secara keseluruhan, kontingen Indonesia menyabet total 333 medali di SEA Games 2025, terdiri dari 91 medali emas, 111 perak, dan 131 perunggu. Hasil ini membawa Indonesia menempati posisi kedua di klasemen akhir, melewati target awal Kementerian Pemuda dan Olahraga yang menetapkan 80 medali emas.
Posisi runner up ini menjadi sejarah tersendiri karena Indonesia berhasil menorehkan prestasi terbaik sebagai kontingen nontuan rumah sejak SEA Games 1995 di Thailand. Pencapaian tersebut juga disambut dengan pemberian bonus total Rp 465,25 miliar bagi atlet dan tim pelatih. Setiap atlet peraih medali emas mendapatkan bonus tertinggi senilai Rp 1 miliar.
Perhatian besar pemerintah terhadap prestasi olahraga ini diharapkan dapat memacu semangat generasi muda untuk terus berprestasi dan menjaga reputasi Indonesia di pentas olahraga internasional. Momentum Prabowo menghitung satu persatu medali Martina Ayu pun menjadi simbol pengakuan dan motivasi nyata bagi para atlet Tanah Air.
Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com