Fakta Menarik Pandji Pragiwaksono yang Dilaporkan oleh Angkatan Muda NU

Pengkomedian Pandji Pragiwaksono dilaporkan oleh Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) ke Polda Metro Jaya terkait materi stand up comedy yang dianggap menyinggung eksistensi NU dalam politik. Laporan ini diajukan oleh Presidium Angkatan Muda NU, Rizki Abdul Rahman Wahid, sebagai respons atas isi materi yang dipertunjukkan Pandji dan kini ramai diperbincangkan publik.

Dalam pertunjukan stand up comedy berjudul Mens Rea yang tayang di Netflix, Pandji menyampaikan kritik soal pemberian konsesi tambang oleh pemerintah kepada NU. Kritik ini menjadi titik sentral laporan karena dianggap melecehkan dan memfitnah NU sebagai ormas Islam terbesar di Indonesia. Rizki menegaskan bahwa pernyataan tersebut menimbulkan keresahan di kalangan warga Nahdliyin dan Aliansi Muda Muhammadiyah.

Isi Laporan dan Tuntutan Angkatan Muda NU

Rizki menyatakan, materi Pandji berpotensi menciptakan kegaduhan di ruang publik dan memecah belah bangsa. Ia menuntut agar aparat kepolisian segera memproses laporan itu dan memanggil Pandji untuk memberikan klarifikasi atas tuduhan yang disampaikan. Apabila bukti yang diajukan cukup kuat, pelapor berharap penanganan hukum dapat dilakukan secepatnya.

Laporan ini didasarkan pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 Pasal 300 dan Pasal 301 tentang Tindak Pidana terhadap Agama dan Kepercayaan. Kasus tersebut telah terdaftar dengan nomor LP/B/166/I/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA, menandakan proses hukum resmi telah dimulai di Polda Metro Jaya.

Profil Stand Up Comedy Mens Rea dan Kritik Sosial Pandji

Mens Rea merupakan special episode stand up comedy ke-10 karya Pandji Pragiwaksono yang mengangkat isu-isu sosial dan politik dengan gaya satire tajam. Acara ini pertama kali digelar secara langsung di Indonesia Arena, Jakarta, pada 30 Agustus 2025. Namun, versi rekaman baru dirilis dan disebarluaskan secara global melalui Netflix sejak 27 Desember 2025.

Gaya penyampaian Pandji yang mengkombinasikan humor dan kritik sosial sering kali memancing respons beragam. Kali ini, tema yang diangkat terkait NU dan konsesi tambang pemerintah menimbulkan polemik luas dan membawa konsekuensi hukum. Kasus ini menggambarkan batasan antara kebebasan berekspresi dan sensitivitas terhadap institusi keagamaan di masyarakat.

Laporan terhadap Pandji oleh Angkatan Muda NU mencerminkan ketegangan yang masih terjadi dalam dinamika politik dan sosial Indonesia saat ini. Proses hukum yang berjalan menjadi perhatian banyak pihak mengenai bagaimana kasus ini akan diproses serta implikasinya bagi kebebasan berpendapat di ranah hiburan dan publik.

Baca selengkapnya di: www.medcom.id
Exit mobile version