
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengambil langkah strategis untuk mengatasi cuaca ekstrem yang melanda wilayah Jawa Tengah. Bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), mereka melakukan modifikasi cuaca di Kawasan Muria Raya selama lima hari, mulai 15 hingga 20 Januari 2026.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya menurunkan intensitas hujan lebat yang terus mengguyur sejumlah daerah, seperti Kudus, Jepara, dan Pati. Dampak cuaca ekstrem ini menyebabkan banjir besar yang merendam ribuan rumah serta mengganggu aktivitas warga dan akses transportasi.
Dampak Cuaca Ekstrem di Jawa Tengah
Hujan deras disertai angin kencang dan petir masih terjadi di berbagai wilayah di Jawa Tengah. Banjir di wilayah Pantura seperti Pati, Kudus, Jepara, Demak, Semarang, dan Kendal menyebabkan kerusakan infrastruktur. Tangga jebol, jalan berlubang, jembatan rusak, serta kantor dan sekolah terdampak banjir, sehingga aktivitas masyarakat pun terganggu.
Pelaksanaan Modifikasi Cuaca di Muria Raya
Modifikasi cuaca menggunakan pesawat yang mengandung bahan kimia untuk menyemai awan, sehingga hujan tidak berkonsentrasi di satu wilayah saja. Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menjelaskan bahwa operasi ini dipusatkan di Lapangan Udara Ahmad Yani, Semarang. Penggunaan pesawat mengelilingi Kawasan Muria Raya membutuhkan anggaran besar, tetapi diharapkan mampu menekan risiko banjir.
Peran BNPB dalam Modifikasi Cuaca dan Penanganan Bencana
BNPB turut aktif melaksanakan operasi ini guna mengurangi curah hujan yang tinggi. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan modifikasi cuaca diperlukan untuk menekan bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan angin puting beliung yang sering terjadi di kawasan ini.
Selain modifikasi cuaca, BNPB mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke wilayah terdampak. Tim ini bertugas melakukan asesmen langsung di lapangan untuk merencanakan penanganan darurat yang tepat dan cepat sesuai kondisi di lokasi.
Manfaat dan Evaluasi Modifikasi Cuaca
Operasi modifikasi cuaca bertujuan mengurangi dampak negatif hujan deras tanpa menghilangkan potensi air bagi daerah lain yang membutuhkan. Setelah pelaksanaan, Pemprov Jateng dan BNPB akan melakukan pemantauan dan evaluasi guna mengukur efektivitas langkah ini dalam menekan banjir dan kondisi cuaca ekstrem.
Evaluasi ini penting untuk perbaikan metode serta pengambilan keputusan selanjutnya agar penanganan bencana di Jawa Tengah bisa lebih optimal dan tepat sasaran. Dukungan masyarakat dan doa juga disampaikan Wakil Gubernur untuk kelancaran proses modifikasi cuaca ini.
Langkah-Langkah Modifikasi Cuaca di Jawa Tengah
- Pemetaan wilayah rawan bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan angin puting beliung.
- Pengumpulan bahan kimia khusus yang digunakan untuk menyemai awan melalui pesawat.
- Penyebaran bahan kimia tersebut di udara di Kawasan Muria Raya agar hujan tersebar merata.
- Pemantauan cuaca dan kondisi lapangan secara berkala selama dan setelah operasi.
- Pelaksanaan asesmen lapangan oleh Tim Reaksi Cepat untuk rencana penanganan bencana selanjutnya.
Inisiatif modifikasi cuaca ini menunjukkan sinergi antara pemerintah daerah dan BNPB dalam menghadapi tantangan cuaca ekstrem di Jawa Tengah. Upaya ini diharapkan membantu meringankan beban warga dan memulihkan kondisi wilayah terdampak secara lebih cepat dan terukur.
Baca selengkapnya di: mediaindonesia.com




