Provinsi Aceh mendapatkan kuota haji tahun 2026 sebanyak 5.426 jemaah. Kuota ini meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 4.370 jemaah.
Pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (BPIH) tahap kedua yang berakhir pada 9 Januari 2026 telah mencapai 101 persen. Hal ini menunjukkan antusiasme tinggi masyarakat Aceh dalam memenuhi kewajiban pelunasan biayanya.
Pelaksana Tugas Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Aceh, Arijal, menyatakan bahwa meskipun terdapat kendala seperti musibah banjir bandang, proses pelunasan tetap berjalan dengan lancar. Ia menyebutkan, beberapa calon jemaah ada yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan, usia lanjut, dan dampak bencana.
Jumlah jemaah yang mengajukan pengunduran diri usai melunasi biaya haji sebanyak empat orang. Selain itu, ada sekitar 600 calon jemaah yang mundur sebelum masa pelunasan, dan sebagian mengundurkan diri sejak sebelum bencana terjadi. Mereka yang mengundurkan diri tersebut akan diprioritaskan untuk diberangkatkan pada musim haji berikutnya.
Untuk mengantisipasi kekosongan kuota akibat pengunduran diri atau alasan kesehatan, Kementerian Agama Aceh menyiapkan kuota cadangan sebesar 40 persen. Saat ini, terdapat 93 jemaah cadangan yang siap untuk diberangkatkan jika ada kuota yang kosong.
Pengaturan keberangkatan jemaah haji Aceh pada tahun 2026 tetap menggunakan maskapai Garuda Indonesia dengan setiap kloter diisi 393 jemaah. Pemberangkatan rencananya dilakukan pada gelombang kedua. Kloter-kloter ini dibagi berdasarkan wilayah kabupaten dan kota, di mana beberapa daerah memiliki lebih dari satu kloter.
Proses administrasi juga sudah berjalan dengan baik. Sekitar 77 persen dokumen jemaah telah dikirim ke kantor pusat untuk proses pengurusan visa haji oleh Kementerian Luar Negeri. Hal ini mempercepat kelancaran proses keberangkatan jemaah.
Pihak Kementerian Haji dan Umrah Aceh berharap tidak ada lagi pengunduran diri jemaah setelah kloter dan kursi pesawat telah ditetapkan. Namun, pelayanan tetap tersedia bagi kondisi darurat yang mungkin terjadi.
Secara keseluruhan, peningkatan kuota haji dari 4.370 menjadi 5.426 jemaah menandakan optimisme pemerintah dan masyarakat Aceh dalam penyelenggaraan ibadah haji. Persiapan administratif dan kesiapan jemaah menunjukkan komitmen kuat menuju keberangkatan yang sukses tahun ini.
Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com






