Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Rakyat Indonesia (BRI) menjadi solusi modal yang banyak diminati pelaku UMKM. Namun, pada 2026, sebagian pengajuan KUR BRI masih mengalami penolakan. Penyebab penolakan ini dapat berasal dari beberapa faktor yang berkaitan dengan profil debitur dan kelengkapan administrasi.
Penyebab Pengajuan KUR BRI 2026 Ditolak
-
Riwayat Kredit Bermasalah di SLIK OJK
Salah satu alasan utama pengajuan KUR BRI tidak disetujui adalah karena catatan kredit macet atau skor kredit yang buruk. Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) Otoritas Jasa Keuangan mencatat semua histori kredit calon debitur. Jika masih ada tunggakan atau kredit bermasalah, BRI akan menolak pengajuan KUR. -
Usaha Belum Memenuhi Syarat Lama Berdiri
BRI mensyaratkan bahwa usaha calon debitur untuk KUR Mikro dan KUR Kecil harus sudah berjalan minimal enam bulan. Ketentuan ini bertujuan agar bank dapat menganalisis kestabilan usaha dan kemampuan pengembalian kredit. Jika usaha masih baru atau belum memenuhi masa minimal tersebut, pengajuan akan sulit disetujui. - Dokumen Administrasi Tidak Lengkap atau Tidak Valid
Kesalahan atau ketidaksesuaian dokumen menjadi penyebab lain pengajuan KUR ditolak. Dokumen wajib seperti KTP, Kartu Keluarga, Nomor Induk Berusaha (NIB), Surat Keterangan Usaha (SKU), dan Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK) harus lengkap dan valid. Data yang tidak sesuai kondisi riil bisa membuat proses verifikasi gagal.
Jenis-Jenis KUR BRI yang Perlu Diketahui
BRI menyediakan tiga jenis KUR dengan ketentuan berbeda agar sesuai dengan kondisi usaha pelaku UMKM:
- KUR Super Mikro: Cocok bagi pelaku usaha pemula dengan usaha berjalan kurang dari enam bulan, asal mengikuti pelatihan kewirausahaan. Debitur juga belum pernah menerima KUR sebelumnya.
- KUR Mikro: Ditujukan untuk pelaku usaha yang sudah aktif minimal enam bulan dan belum memiliki kredit produktif dari bank lain. Dokumen lengkap wajib dilampirkan.
- KUR Kecil: Untuk pelaku UMKM yang ingin mengembangkan usaha skala lebih besar dengan persyaratan usaha produktif dan dokumen izin usaha yang lengkap.
Syarat Umum Pengajuan KUR BRI 2026
Sebelum mengajukan KUR, pastikan calon debitur memenuhi syarat berikut:
- Warga Negara Indonesia minimal usia 17 tahun atau sudah menikah.
- Usaha aktif minimal enam bulan (untuk KUR Mikro dan Kecil).
- Tidak sedang menerima kredit produktif lain, kecuali KPR, KKB, atau kartu kredit.
- Memiliki dokumen seperti KTP, KK, NIB/IUMK atau Surat Keterangan Usaha.
- Memiliki NPWP jika mengajukan pinjaman di atas Rp50 juta.
Cara Agar Pengajuan KUR BRI Disetujui
-
Perbaiki Riwayat Kredit
Lunasi semua kredit yang bermasalah dan pastikan tidak ada tunggakan sebelum mengajukan KUR. Pantau skor di SLIK OJK secara berkala. -
Lengkapi Administrasi dengan Teliti
Sediakan dokumen yang valid dan sesuai aturan BRI. Gunakan data yang akurat untuk menghindari kesalahan input yang berpotensi menolak berkas aplikasi. -
Sesuaikan Jenis KUR dengan Kondisi Usaha
Jika usaha baru berdiri, pertimbangkan mengajukan KUR Super Mikro terlebih dahulu. Usahakan usaha terus berjalan dan tumbuh agar memenuhi kriteria KUR Mikro atau Kecil di masa depan. - Ikuti Pendampingan dan Pelatihan Kewirausahaan
KUR Super Mikro memberikan opsi pelatihan yang bermanfaat meningkatkan kapasitas pengelolaan usaha sehingga peluang persetujuan pinjaman meningkat.
Mengetahui faktor-faktor penolakan dan tips ini membantu pemohon KUR BRI mempersiapkan dokumen dan kondisi yang lebih solid. Dengan begitu, peluang mendapatkan pembiayaan modal usaha bersubsidi dari pemerintah melalui BRI menjadi lebih besar. Program KUR BRI tetap menjadi pilihan utama karena suku bunga rendah sekitar 6 persen per tahun dan plafon yang cukup menjangkau kebutuhan UMKM.
Pastikan Anda memahami jenis KUR yang sesuai dan melengkapi persyaratan agar pengajuan disetujui. Dengan persiapan matang, penolakan pada pengajuan KUR BRI 2026 bisa diminimalkan dan usaha Anda bisa mendapatkan tambahan modal yang dibutuhkan untuk berkembang.
Sumber: poskota.co.id
