Proses identifikasi korban kecelakaan Pesawat ATR 42-500 telah selesai secara resmi pada Januari 2026. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulawesi Selatan berhasil mengidentifikasi seluruh 10 korban, yang terdiri dari tujuh kru pesawat dan tiga penumpang.
Penyerahan tujuh kantong jenazah terakhir kepada Tim DVI menandai berakhirnya operasi pencarian dan pertolongan yang dilakukan oleh Basarnas. Proses identifikasi berlangsung intensif menggunakan metode ilmiah, seperti pencocokan sidik jari, data gigi, properti, dan ciri-ciri medis korban.
Identitas Lengkap Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500
Berikut rincian identitas korban yang berhasil diidentifikasi oleh Tim DVI:
- Yoga Nauval Prakoso – Pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), teridentifikasi dari kantong jenazah nomor PM 62 B.05.
- Hariyadi – Kru pesawat ATR 42-500, identifikasi dari kantong jenazah PM 62 B.06 dan PM 62 B.03.
- Muhammad Farhan Gunawan – Kopilot pesawat, teridentifikasi pada kantong jenazah PM 62 B.07.
- Ferry Irawan – Pegawai KKP, identifikasi dari kantong jenazah PM 62 B.08.
- Dwi Mardiono – Kru pesawat, teridentifikasi pada kantong jenazah nomor PM 62 B.09.
- Restu Adi Pribadi – Kru pesawat, diidentifikasi dari kantong jenazah PM 62 B.10A dan PM 62 B.10.
- Andy Dahananto – Pilot pesawat ATR 42-500, teridentifikasi dari kantong jenazah PM 62 B.11.
- Dede Maulana – Pegawai KKP, yang telah teridentifikasi sebelumnya.
- Florencia Lolita – Kru pesawat, termasuk di antara korban yang teridentifikasi awal.
- Esther Aprilita – Kru pesawat, juga telah lebih dulu teridentifikasi.
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Sulawesi Selatan, Komisaris Besar Polisi Muhammad Haris, menjelaskan bahwa seluruh jenazah diterima secara resmi dari Basarnas dan kemudian ditangani bersama tim gabungan dari Polri dan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin.
Metode pencocokan yang digunakan mencakup perbandingan data antemortem, seperti rekam medis dan sidik jari, dengan postmortem dari jenazah yang ditemukan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keakuratan identitas setiap korban.
Kapolda Sulawesi Selatan, Inspektur Jenderal Polisi Djuhandhani Rahardjo Puro, menegaskan bahwa seluruh proses identifikasi telah selesai dan seluruh korban yang terdiri dari kru dan penumpang berhasil diketahui identitasnya. Pernyataan ini sekaligus menandai berakhirnya operasi SAR yang telah berlangsung sejak kecelakaan terjadi.
Dengan tuntasnya identifikasi korban, keluarga korban dapat menerima kepastian soal keberadaan dan identitas korban kecelakaan tersebut. Penanganan yang cepat dan profesional dari Tim DVI serta koordinasi dengan Basarnas menjadi kunci keberhasilan proses identifikasi ini.
Berakhirnya operasi di lokasi kecelakaan juga menjadi tahap penting untuk memfokuskan perhatian pada proses pemulihan dan dukungan kepada keluarga korban. Pemerintah dan instansi terkait diharapkan terus memberikan pendampingan secara menyeluruh demi meringankan beban keluarga yang terdampak.







