BMKG Prediksi Hujan Lebat Berpotensi Terjadi di Wilayah Jawa hingga Nusa Tenggara Minggu Ini

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan adanya potensi hujan lebat yang akan mengguyur wilayah Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara selama satu pekan ke depan. Peringatan ini disampaikan pada Selasa (27/1/2026) dalam rapat kerja antara BMKG dan Komisi V DPR RI di Jakarta.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyatakan bahwa daerah yang harus meningkatkan kewaspadaan meliputi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, serta seluruh wilayah Nusa Tenggara. Intensitas hujan diperkirakan mencapai 50 hingga 100 milimeter per hari, sehingga potensi banjir dan tanah longsor cukup tinggi.

BMKG menegaskan, tingginya curah hujan ini menjadi perhatian serius karena dapat memicu berbagai bencana hidrometeorologi. Wilayah seperti Banten dan Jawa Barat diprediksi mengalami hujan dengan intensitas tinggi selama beberapa hari berturut-turut, berisiko menimbulkan dampak serius bagi masyarakat setempat.

Sebagai perbandingan, curah hujan di wilayah Pulau Sumatera kini mengalami penurunan. Menurut Teuku, Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mulai memasuki musim hujan ringan hingga sedang. Hal ini berbeda dengan kondisi sebelumnya yang sempat berdampak pada sejumlah bencana besar di daerah tersebut.

Selain mengingatkan soal cuaca ekstrem, Kepala BMKG juga menyoroti faktor lain yang memperparah dampak bencana. Ia menyebut bahwa kerusakan lingkungan dan alih fungsi lahan menjadi faktor krusial yang meningkatkan kerawanan bencana, terutama longsor dan banjir.

Teuku menuturkan, perubahan fungsi lahan yang tidak terkendali menyebabkan kondisi tanah dan lingkungan semakin rentan terhadap bencana. Oleh karena itu, penanganan bencana harus dilakukan secara terintegrasi, tidak cukup hanya mengandalkan data prakiraan cuaca semata.

Berikut wilayah utama dengan potensi hujan lebat intensitas 50-100 mm per hari dalam minggu ini:
1. Banten
2. DKI Jakarta
3. Jawa Barat
4. Jawa Tengah
5. Bali
6. Nusa Tenggara

BMKG terus memantau perkembangan cuaca secara real time untuk memberikan informasi terkini bagi masyarakat dan pemerintah daerah. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan mempersiapkan diri menghadapi potensi banjir dan longsor di wilayah rawan.

Menghadapi situasi ini, pemerintah daerah disarankan memperkuat mitigasi bencana dengan memperhatikan faktor lingkungan sekitar. Penataan lahan dan menjaga kelestarian alam menjadi langkah penting guna mengurangi risiko bencana di masa depan.

Informasi cuaca yang akurat dari BMKG diharapkan dapat menjadi alat bantu strategis bagi pelaku kebijakan dan masyarakat untuk mengambil langkah pencegahan dini. Dengan kesiagaan ini, dampak dari hujan lebat dapat diminimalisir secara efektif.

Baca selengkapnya di: www.suara.com
Exit mobile version