BMKG Prediksi Musim Hujan di Sumsel Terus Berlanjut hingga Pertengahan Tahun Depan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan bahwa musim hujan di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) diperkirakan akan berlangsung hingga akhir April atau awal Mei 2026. Kondisi ini mengharuskan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi selama periode tersebut.

Menurut Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Sumsel, Wandayantolis, durasi musim hujan tidak terjadi serentak di seluruh daerah. Perbedaan topografi dan kondisi atmosfer lokal menyebabkan waktu berakhirnya musim hujan bervariasi antara kabupaten dan kota di Sumsel.

Sebaran Akhir Musim Hujan di Sumatera Selatan

Musim hujan di Sumsel diperkirakan berakhir secara bertahap. Beberapa wilayah akan mulai mengalami penurunan curah hujan lebih awal, sedangkan daerah lain masih berpotensi menghadapi hujan dengan intensitas tinggi hingga awal Mei. BMKG memantau pergerakan awan dan pola angin yang memengaruhi distribusi hujan di wilayah tersebut secara intensif.

Masyarakat yang berada di sekitar daerah aliran sungai (DAS) dan dataran rendah diimbau untuk mewaspadai risiko banjir luapan dan genangan air yang masih mungkin terjadi hingga bulan April 2026. Waspada dini terhadap bencana hidrometeorologi ini sangat penting mengingat dampak yang bisa ditimbulkan.

Potensi Bencana dan Curah Hujan di Masa Mendatang

BMKG mencatat bahwa curah hujan yang cukup tinggi akan dominan terjadi sepanjang Februari hingga April 2026 dengan intensitas antara 100 hingga 300 milimeter. Kondisi ini meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang, genangan air di pemukiman padat, dan longsor di daerah dengan kontur lahan yang kurang stabil seperti dataran tinggi Sumsel.

Berikut dampak utama yang perlu diwaspadai selama musim hujan berlanjut:

  1. Genangan air di pemukiman dan kawasan padat penduduk.
  2. Banjir bandang dari luapan sungai utama.
  3. Tanah longsor di wilayah perbukitan dan dataran tinggi.

BMKG menghimbau masyarakat menjaga kewaspadaan dan selalu memperbarui informasi terkait cuaca dan potensi bencana yang disampaikan oleh BMKG melalui berbagai kanal informasi resmi.

Persiapan Menghadapi Musim Kemarau dan Kebakaran Hutan

Memasuki akhir musim hujan pada Mei 2026, diperkirakan curah hujan harian akan menurun drastis. Penurunan ini menandai dimulainya musim kemarau yang menjadi fase rawan bencana baru, yakni kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sumatera Selatan yang memiliki lahan gambut cukup luas harus siaga menghadapi ancaman tersebut.

Wandayantolis menegaskan, “Setelah musim hujan akan terjadi kemarau. Di wilayah Sumatera Selatan, potensi bencana pada saat itu adalah kebakaran hutan dan lahan.” Hal ini mengharuskan pemerintah daerah dan instansi terkait melakukan langkah mitigasi pencegahan karhutla sejak dini.

Penanganan dampak musim hujan yang masih berlangsung harus tetap dilakukan serempak dengan persiapan menghadapi musim kemarau agar risiko bencana dapat diminimalisir. Upaya mitigasi terintegrasi sangat dibutuhkan untuk menjaga keselamatan masyarakat dan keberlanjutan ekosistem di Sumsel.

BMKG terus mengingatkan agar seluruh lapisan masyarakat selalu waspada, mengikuti perkembangan informasi cuaca, serta mempersiapkan diri menghadapi dinamika musim hujan hingga memasuki tahap peralihan ke musim kemarau di Sumatera Selatan.

Baca selengkapnya di: mediaindonesia.com

Berita Terkait

Back to top button