Cuaca buruk yang melanda perairan Nusa Tenggara Timur sejak beberapa hari terakhir menyebabkan kenaikan harga ikan segar di Pasar Oeba, Kota Kupang. Gelombang tinggi dan angin kencang membuat nelayan kesulitan melaut, sehingga pasokan ikan ke pasar menurun drastis.
Tinggi gelombang tercatat berkisar antara 1,25 sampai 2,5 meter, dengan kecepatan angin mencapai 8 hingga 28 knot per jam. Perkiraan pada 16 Januari 2026 bahkan menunjukkan gelombang mencapai 2,5 sampai 3 meter. Kondisi ini berdampak langsung pada stok ikan di pasaran.
Dampak Cuaca Buruk Terhadap Pasokan Ikan
Nelayan kesulitan beraktivitas di laut karena gelombang besar dan angin kencang. Kondisi ini membuat tangkapan ikan berkurang sehingga penjualan ikan di pasar menipis. Ama, seorang penjual ikan di Pasar Oeba, menyatakan bahwa penurunan stok ikan menyebabkan harga jual naik secara signifikan.
Contohnya, ikan kombong lajar yang biasanya dijual dengan harga lebih murah naik menjadi Rp50.000 per 11 ekor. Ikan belang kuning yang sebelumnya sekitar Rp30.000 per ekor juga naik menjadi Rp50.000, sedangkan ikan ekor kuning ukuran kecil dibanderol Rp40.000 per ekor. Jika cuaca buruk belum mereda, harga ikan diprediksi tetap tinggi.
Harga Komoditas Lain di Pasar Oeba
Selain ikan, harga beberapa bahan pokok lain yang dijual di pasar mengalami variasi harga. Daging sapi dipasarkan antara Rp105.000 sampai Rp110.000 per kilogram, sementara daging ayam dipatok sekitar Rp40.000 per kilogram. Telur ayam dijual dengan harga Rp65.000 per rak atau Rp32.000 per kilogram.
Untuk bumbu dapur, harga cabai rawit tetap stabil di Rp75.000 per kilogram, sama seperti sehari sebelumnya. Bawang merah dibanderol Rp40.000, bawang putih Rp45.000, dan cabai merah keriting Rp45.000 per kilogram. Kondisi ini menunjukkan bahwa tidak semua komoditas mengalami kenaikan harga.
Harga Sayuran Masih Stabil
Menurut Jeri, penjual sayur di pasar yang sama, harga sayuran relatif stabil dan belum terdampak langsung oleh kondisi cuaca buruk. Harga sayuran masih berada di kisaran Rp5.000 sampai Rp10.000 per ikat. Hal ini menunjukkan bahwa pasokan sayuran ke pasar tidak terganggu secara signifikan oleh cuaca buruk seperti pasokan ikan.
Kondisi cuaca yang tidak bersahabat di wilayah Nusa Tenggara Timur menjadi faktor utama penyebab menurunnya pasokan ikan segar ke Pasar Oeba. Hal ini berdampak pada kenaikan harga ikan segar yang menjadi perhatian konsumen dan pedagang. Pengawasan terhadap perkembangan cuaca dan ketersediaan stok ikan menjadi penting untuk menjaga kestabilan harga di masa mendatang.
Baca selengkapnya di: mediaindonesia.com






