Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan 60 posko istirahat selama masa mudik Lebaran 2026. Posko tersebut menyediakan fasilitas untuk beristirahat, minum, dan menggunakan toilet bagi para pemudik yang melewati wilayah tersebut. Selain fungsi utama sebagai tempat istirahat, posko ini juga memberikan informasi penting tentang jalur mudik, jalur rawan bencana, serta alternatif untuk menghindari kemacetan.
Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Jawa Barat, Agung Wahyudi, menjelaskan bahwa 60 posko ini tersebar di enam Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD). Selain itu, Dinas Bina Marga juga menyiapkan 19 titik Disaster Relieve Unit (DRU) di berbagai daerah untuk mengantisipasi gangguan bencana selama arus mudik berlangsung. DRU ini dikawal oleh Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Bima Sakti yang bertugas melakukan penanganan kerusakan jalan dan kejadian darurat secara cepat.
DRU dilengkapi dengan peralatan berat seperti mini excavator, dump truck, jembatan bailey, wheel loader, serta pemadat jalan. Titik DRU tersebar di beberapa wilayah strategis di Jawa Barat, antara lain Kabupaten/Kota Bogor, Bekasi, Cianjur, Sukabumi, Purwakarta, Subang, Garut, Kota Bandung, Indramayu, Cirebon, Majalengka, Kuningan, dan Tasikmalaya.
Agung Wahyudi menegaskan bahwa dengan persiapan matang tersebut, potensi gangguan akibat bencana di jalur mudik dapat diminimalisir. Saat ini, kondisi jalan provinsi Jawa Barat yang layak dilalui mencapai 91,68 persen atau sekitar 2.362 kilometer. Perbaikan terhadap jalan berlubang sedang berjalan dan ditargetkan semua perbaikan selesai sehingga tidak ada jalan berlubang saat mudik Lebaran.
Kapolda Jawa Barat, Irjen Rudi Setiawan, bersama Direktur Utama PT Jasa Marga melakukan peninjauan di Rest Area KM 57 dan KM 62 Tol Jakarta-Cikampek. Rest area ini menjadi lokasi favorit pemudik untuk berhenti beristirahat dan mengisi bahan bakar. Lokasinya strategis sebagai titik istirahat pertama bagi kendaraan dari Jakarta setelah melewati Tol Layang MBZ.
Prediksi ribuan kendaraan akan singgah di rest area tersebut, sehingga dikhawatirkan akan terjadi antrean dan kemacetan panjang di sepanjang tol. Untuk mengatasi hal ini, pihak kepolisian dan pengelola tol melakukan pemetaan dan penataan kawasan. Posko pemantau arus mudik dibangun serta tim khusus untuk mengurai kemacetan disiapkan.
Pengaturan parkir di rest area juga diperketat untuk menghindari penumpukan kendaraan. Kepolisian akan menerapkan pembatasan waktu istirahat bagi setiap kendaraan yang masuk agar terjadi pergantian pengguna secara teratur. Selain itu, alat penghitung kendaraan akan dipasang guna memantau jumlah kendaraan yang masuk secara real time dan memonitor durasi waktu istirahat para pemudik.
Persiapan posko dan rest area di Jawa Barat ini merupakan bagian dari upaya besar pemerintah provinsi memastikan kelancaran dan keamanan perjalanan mudik Lebaran. Dengan fasilitas lengkap dan penanganan cepat terhadap gangguan jalan dan bencana, para pemudik diharapkan dapat melakukan perjalanan dengan lebih nyaman dan aman selama musim mudik 2026.
