Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana di Sumatra melaporkan progres terkini pemulihan infrastruktur dasar di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Fokus utama rehabilitasi adalah perbaikan jalan, jembatan, serta infrastruktur listrik dan telekomunikasi yang terdampak bencana.
Di Aceh, seluruh 38 jalan nasional yang sempat terdampak bencana kini sudah berfungsi normal. Begitu juga dengan 17 jembatan nasional yang pulih sepenuhnya. Untuk jalan daerah, dari total 1.637 yang terkena dampak, 92 persen atau 1.521 sudah dapat beroperasi kembali. Namun, jembatan daerah masih dalam proses rehabilitasi, dengan 54 persen atau 351 dari 650 jembatan yang sudah fungsional.
Sumatera Utara menunjukkan angka pemulihan yang cukup tinggi, terutama pada jaringan jalan nasional. Seluruh 30 jalan nasional yang terdampak sudah beroperasi. Jembatan nasional yang terdampak sebanyak 5 unit juga sudah berfungsi penuh kembali. Pada jalan daerah, tingkat pemulihan mencapai 98 persen yakni dari 616 jalan terdampak, 607 telah siap digunakan. Kondisi serupa terlihat pada jembatan daerah, dimana 93 persen dari 366 jembatan telah kembali beroperasi.
Sumatera Barat memberikan gambaran positif dengan pemulihan total pada 31 jalan nasional dan 13 jembatan nasional yang terdampak bencana. Untuk jalan daerah, 91 persen dari 167 unit telah diperbaiki dan 54,9 persen dari 162 jembatan daerah sudah bisa difungsikan kembali. Kondisi ini menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam memperbaiki akses konektivitas di wilayah tersebut.
Di samping perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan, pemulihan pasokan listrik di Sumatera Barat sudah mencapai 100 persen. Sementara Aceh dan Sumatera Utara masih menangani sebagian kecil pelanggan. Seluruh Base Transceiver Station (BTS) yang terdampak di ketiga provinsi kini sudah beroperasi normal, sehingga layanan telekomunikasi dan internet kembali pulih sepenuhnya.
Ketua Satgas PRR, Muhammad Tito Karnavian, menekankan pentingnya percepatan pembangunan jembatan penghubung yang rusak akibat bencana. Menurutnya, jembatan sangat vital untuk kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi logistik pascabencana. Tito juga telah melakukan koordinasi dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Dody Hanggodo, untuk mempercepat proses pembangunan infrastruktur tersebut.
Tito menyatakan bahwa koordinasi tersebut menjadi langkah strategis dalam memastikan rehabilitasi infrastruktur berjalan efektif dan tepat waktu. Upaya ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah terdampak bencana.
Dalam menghadapi rehabilitasi pascabencana, pendekatan menyeluruh terhadap berbagai infrastruktur dasar sangat penting. Perbaikan jalan, jembatan, listrik, dan telekomunikasi harus berjalan beriringan agar konektivitas wilayah cepat pulih. Dengan koordinasi yang baik antara Satgas PRR dan Kementerian PU, serta peran aktif berbagai pihak terkait, proses pemulihan infrastruktur di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus menunjukkan kemajuan signifikan hingga kini.
Baca selengkapnya di: www.medcom.id