Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengonfirmasi alasan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri tidak hadir langsung pada prosesi pemakaman Wakil Presiden RI ke-6, Try Sutrisno. Megawati saat itu sedang menjalankan agenda konsolidasi partai yang sudah dijadwalkan di Bali.
Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, menyatakan Megawati memberikan arahan khusus agar seluruh jajaran PDIP memberikan penghormatan terbaik kepada almarhum meskipun beliau tidak hadir secara fisik. Hasto menegaskan perhatian penuh Megawati terhadap kepergian Try Sutrisno tidak berkurang walaupun terpisah jarak.
Kedekatan Megawati dan Try Sutrisno dalam Tugas Kenegaraan
Menurut Hasto, Try Sutrisno memiliki kedekatan penting dengan Megawati, terutama saat keduanya sama-sama bertugas di Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Sosok Try dikenal sebagai pejabat yang gigih dan berdedikasi tinggi dalam pelayanan bangsa dan negara, menurut penilaian PDIP.
Hasto menambahkan bahwa kepergian Try Sutrisno merupakan kehilangan besar bagi bangsa, karena kiprahnya selama ini mempunyai nilai strategis dalam menjaga ideologi dan kedaulatan negara. Hal ini semakin memperkuat penghormatan yang diberikan oleh PDIP dan elemen pemerintahan lainnya.
Pembagian Tugas Jajaran PDIP dalam Penghormatan Terakhir
Untuk memastikan penghormatan terakhir berjalan dengan baik, DPP PDIP membagi tugas kepada para pengurusnya. Sebagian hadir di Masjid Agung Sunda Kelapa untuk melepas jenazah, sementara yang lain menyaksikan prosesi pemakaman di Taman Makam Pahlawan Kalibata.
Hasto menerangkan pembagian tugas tersebut bertujuan agar penghormatan dapat terselenggara secara maksimal dan terorganisir, sesuai dengan protokol yang berlaku dan penghormatan layak kepada almarhum. Ini menunjukkan komitmen PDIP dalam menghormati jasa-jasa tokoh bangsa.
Pentingnya Peran Try Sutrisno dalam Sejarah Bangsa
Bagi PDIP, Try Sutrisno bukan hanya sosok Wakil Presiden, melainkan juga negarawan dengan dedikasi tinggi yang menyentuh berbagai aspek kenegaraan. Keikutsertaannya dalam Dewan Pengarah BPIP menggambarkan peran strategisnya dalam memberikan kontribusi terhadap pembinaan ideologi negara.
Kepergian Try Sutrisno mendapat perhatian luas dari berbagai kalangan masyarakat dan pejabat negara. Hal ini tercermin dalam partisipasi pimpinan dan tokoh nasional yang hadir dalam prosesi pemakaman, termasuk Prabowo Subianto yang memimpin upacara tersebut.
Lewat arahan Megawati Soekarnoputri dan kerja sama jajaran PDIP, penghormatan terakhir kepada Try Sutrisno berjalan khidmat dan penuh penghargaan. Meskipun Megawati tidak hadir secara langsung, perhatian dan rasa hormat kepada almarhum tetap terjaga dengan baik melalui peran aktif para pengurus partai.
Baca selengkapnya di: www.suara.com




