Kepala BGN Klarifikasi Larangan Sebar Menu MBG di Medsos, Ini Faktanya!

Badan Gizi Nasional (BGN) secara tegas membantah kabar yang beredar mengenai larangan mengunggah menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di media sosial. Isu ini menyebutkan bahwa BGN mengancam masyarakat dengan sanksi berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas UU ITE, namun klaim tersebut dinyatakan sepenuhnya tidak benar.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menegaskan bahwa narasi larangan tersebut tidak pernah disampaikan baik secara pribadi maupun sebagai kebijakan resmi lembaga. Dadan justru menyambut positif masyarakat yang membagikan dokumentasi menu MBG di media sosial karena ini membantu pengawasan program. Menurut Dadan, partisipasi masyarakat dalam mengunggah menu MBG menjadi salah satu cara efektif untuk memantau kualitas layanan penyedia gizi di sekolah-sekolah.

Pengawasan Bersama Melalui Transparansi

Dadan menjelaskan bahwa keterbukaan di media sosial memudahkan BGN pusat melakukan monitoring yang lebih efisien terhadap satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di berbagai daerah. Transparansi ini dianggap sangat penting supaya standar mutu program MBG tetap terjaga. Ia menyatakan, "Unggahan masyarakat memudahkan kami di BGN pusat untuk melihat kualitas layanan SPPG. Itu menjadi masukan langsung bagi kami untuk evaluasi."

Dengan adanya dokumentasi dari orang tua siswa atau masyarakat umum, BGN bisa segera menanggapi jika ada penyimpangan atau ketidaksesuaian menu dengan ketentuan yang berlaku. Hal ini menjadikan program MBG lebih responsif terhadap kebutuhan dan pengawasan publik.

Bantahan atas Ancaman Pidana

Selain menegaskan dukungan terhadap unggahan menu MBG, Dadan secara khusus membantah kabar bahwa dia atau BGN pernah mengancam akan mempidanakan orang yang mengunggah informasi terkait program ini. "Saya pribadi tidak pernah bicara seperti itu. Tidak ada kebijakan BGN yang melarang masyarakat mengunggah menu MBG," ujarnya dengan tegas. Pernyataan ini menepis hoaks yang sudah menyebar dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua dan masyarakat.

Imbauan untuk Cek Fakta

BGN juga mengingatkan masyarakat agar lebih kritis dalam menerima dan menyebarkan informasi. Disarankan untuk selalu memverifikasi kebenaran berita dan mencari sumber terpercaya sebelum membagikan ke platform media sosial. Klarifikasi ini diharapkan mampu menghilangkan salah paham yang berdampak negatif pada persepsi publik terhadap program makan bergizi gratis.

Manfaat Keterlibatan Masyarakat

Keterlibatan masyarakat dalam pengawasan program MBG tidak hanya mendukung kontrol kualitas, tetapi juga membantu mempererat kerja sama antara pemerintah dengan warga. Dengan kontribusi aktif ini, diharapkan program MBG bisa berjalan optimal sesuai tujuan untuk meningkatkan status gizi anak sekolah secara merata di seluruh Indonesia.

Informasi yang jelas, terbuka, dan valid dapat memperkuat kepercayaan publik sekaligus meningkatkan akuntabilitas penyelenggaraan program makan bergizi gratis demi generasi yang sehat dan berdaya saing.

Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com

Berita Terkait

Back to top button