Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid (HNW), memberikan dukungan penuh terhadap niat Presiden Prabowo Subianto yang ingin menjadi mediator dalam konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Menurut HNW, peran mediasi dari Indonesia merupakan implementasi nyata dari politik luar negeri bebas aktif yang diamanatkan oleh konstitusi.
HNW menekankan bahwa posisi Indonesia harus jelas dan tegas dalam mewujudkan perdamaian serta keadilan dunia melalui mediasi tersebut. Ia menyarankan agar selain mengunjungi Teheran, Prabowo juga mengupayakan pertemuan langsung dengan Presiden AS, Donald Trump, di Washington untuk memanfaatkan kedekatan pribadi dan pujian yang pernah diberikan Trump kepada Prabowo.
HNW melihat pujian Trump terhadap keberanian dan sikap Prabowo sebagai modal diplomasi yang strategis. Ia berharap Prabowo memanfaatkan momen tersebut untuk mengingatkan Trump agar segera menghentikan agresi militer yang tengah berlangsung. “Jika pujian itu tulus, ini adalah kesempatan untuk mengingatkan Donald Trump agar menghentikan serangan militer,” tegasnya.
Menurut HNW, serangan militer AS ke Iran bukan hanya bertentangan dengan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), tetapi juga mengikis kredibilitas Board of Peace (BoP), organisasi yang didukung AS untuk mendorong perdamaian dunia. HNW mengkritisi langkah AS yang justru memicu ketegangan dan konflik baru, bertolak belakang dengan misi damai BoP yang mereka gembor-gemborkan.
Ia menyoroti bahwa perang yang terus meluas di Timur Tengah, mulai dari Israel-Iran hingga ke kawasan Teluk lainnya, menunjukkan inkonsistensi AS dalam menjalankan misi BoP. HNW menilai Donald Trump, yang dianggap sebagai tokoh utama di balik BoP, justru mendukung eskalasi konflik, sehingga integritas misi perdamaian patut dipertanyakan.
HNW menyebutkan: “Jika memang serius dengan BoP, maka hentikan perang. Jangan seolah-olah mendukung damai, tetapi malah menciptakan medan perang baru yang dapat merembet ke berbagai wilayah.”
Lebih jauh, HNW mendorong agar Presiden Prabowo menjalankan diplomasi dalam koridor kepentingan nasional Indonesia yang bebas dan aktif. Diplomasi ini diharapkan mampu menghasilkan solusi konkret yang dapat meredakan ketegangan global. Ia yakin Indonesia berpotensi besar untuk menjadi jembatan perdamaian dunia dengan pendekatan yang objektif dan berwibawa.
Berikut beberapa poin penting yang menjadi fokus HNW dalam dukungannya kepada Prabowo:
1. Penguatan posisi diplomasi Indonesia yang tegas dalam misi perdamaian dunia.
2. Pemanfaatan hubungan personal dan pujian dari Donald Trump untuk dialog konstruktif.
3. Penekanan pada penghentian agresi militer sebagai syarat utama konsistensi BoP.
4. Kritis terhadap sikap AS yang memicu konflik di Timur Tengah.
5. Dorongan agar diplomasi Indonesia tetap berada di jalur politik luar negeri bebas aktif.
Situasi ini membuka peluang bagi Indonesia untuk memerankan fungsi mediasi yang kuat dan kredibel dalam konflik internasional. Peran aktif Prabowo dalam misi ini bisa menjadi langkah penting mengukuhkan posisi Indonesia di pentas global sebagai negara pembawa perdamaian.
Dengan dorongan dari HNW, diharapkan Presiden Prabowo dapat mengoptimalkan momentum diplomasi untuk mengajak Donald Trump menghentikan pemberangusan militer yang berdampak luas. Hal ini juga akan memperkuat komitmen Indonesia terhadap prinsip politik luar negeri yang menempatkan perdamaian dan keadilan sebagai prioritas utama.
Baca selengkapnya di: www.suara.com




