Strategi Pemprov Kalsel Redam Lonjakan Harga dengan Pasar Murah dan Toko Keliling

Author: Qoo Media

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) mengintensifkan pelaksanaan pasar murah dan operasional toko keliling untuk menghadapi lonjakan harga kebutuhan pokok. Program strategis ini dilakukan guna menekan pengaruh kenaikan harga yang meningkat tajam selama Ramadan dan menjelang Idulfitri.

Menurut Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Ahmad Bagiawan, pihaknya secara rutin melakukan pemantauan harga bahan pokok di berbagai pasar. Selain itu, pasar murah digelar di 18 titik strategis yang tersebar di 13 kabupaten dan kota. Salah satu titik juga dikhususkan bagi kelompok profesi tertentu.

Selain pasar murah, armada toko keliling juga dioperasikan untuk mendistribusikan bahan pokok ke wilayah yang mengalami kesulitan pasokan. Toko keliling ini mempercepat akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. Salah satu lokasi yang disasar adalah Ramadan Cake Fair di Siring Nol Kilometer, Kota Banjarmasin.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya bersama antara Pemprov Kalsel dengan organisasi serta instansi vertikal untuk menjaga stabilitas harga. Ahmad Bagiawan menyebutkan bahwa program ini penting untuk menghindari lonjakan harga yang tidak terkendali di pasaran selama masa kritis ini.

Peningkatan harga komoditas pangan dipicu oleh cuaca ekstrem dan banjir yang terjadi di beberapa daerah sentra produksi, khususnya di Kabupaten Banjar. Kondisi ini menyebabkan gagal panen dan menimbulkan tekanan pada pasokan bahan pokok di pasar lokal.

Data per awal Maret 2026 mengindikasikan kenaikan harga yang signifikan terutama pada komoditas cabai. Harga cabai rawit berkisar antara Rp100.000 hingga Rp135.000 per kilogram. Cabai tiung berada di angka Rp65.000 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting tercatat Rp66.000 per kilogram.

Selain cabai, harga bawang merah juga melonjak antara Rp58.000 sampai Rp90.000 per kilogram. Beras premium dijual antara Rp17.000 hingga Rp18.000 per kilogram, dan beras SPHP tersedia melalui operasi pasar dengan harga Rp59.000 per 5 kilogram.

Produk perikanan pun mengalami kenaikan harga. Ikan telang dipasarkan seharga Rp150.000 per kilogram, ikan sapat Rp80.000 per kilogram, dan ikan teri Rp60.000 per kilogram. Kondisi ini memperlihatkan dampak cuaca ekstrem yang mempengaruhi sektor produksi dan distribusi pangan.

Melalui pelaksanaan pasar murah serta kehadiran toko keliling, Pemprov Kalsel berharap dapat memberikan solusi untuk meringankan beban masyarakat mengakses kebutuhan pokok. Intervensi ini diharapkan bisa menjaga daya beli dan memperkuat ketahanan pangan daerah selama masa fluktuasi harga berlangsung.

Strategi ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menghadapi tantangan ekonomi yang timbul akibat kondisi alam dan musim permintaan tinggi di bulan Ramadan dan Idulfitri. Upaya kolaboratif antar instansi menjadi kunci dalam memastikan keberhasilan program.

Pemantauan harga secara berkala akan terus dilakukan untuk menyesuaikan program pasar murah dan distribusi toko keliling sesuai kebutuhan masyarakat. Inovasi pelaksanaan pasar dan toko keliling ini menjadi contoh konkret tindakan cepat dan efektif dalam menjaga stabilitas pasar lokal.

Baca selengkapnya di: mediaindonesia.com
Terbaru