Doa Syekh Mesir dan Pesan Bijak Quraish Shihab untuk Presiden Prabowo di Momen Nuzulul Qur’an

Quraish Shihab memanjatkan doa khusus untuk Presiden Prabowo Subianto dalam peringatan Nuzulul Qur’an yang digelar di Istana Negara, Jakarta. Doa tersebut disampaikan sebelum menutup tausiah, dengan harapan agar kepemimpinan Presiden Prabowo senantiasa mendapatkan pertolongan dan keberkahan dari Allah SWT.

Doa yang dipanjatkan Quraish terinspirasi dari doa yang pernah diberikan gurunya, Syekh Mutawalli Sya’rawi, kepada Presiden Mesir. Quraish menyampaikan bahwa kekuasaan bersumber dari Tuhan, dan tidak ada pemimpin yang diangkat selain atas kehendak-Nya. Hal ini menegaskan bahwa setiap jabatan kepemimpinan adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Dalam doanya, Quraish memohon agar jika Presiden Prabowo ditakdirkan untuk sejahtera dan membangun kesejahteraan rakyat, maka ia dan seluruh masyarakat dapat mendukung dan membantu. Sebaliknya, jika jabatan itu diberikan untuk menegakkan keadilan dan perdamaian, maka diharapkan Tuhan senantiasa membantunya dalam menjalankan tugas tersebut.

Setelah itu, Quraish mengajak semua yang hadir untuk berdoa bersama memohon kedamaian kepada Allah SWT. Doa yang dibacakan adalah doa singkat yang mengandung pengakuan bahwa Allah adalah sumber kedamaian dan permohonan agar seluruh umat dapat hidup dalam ketenangan dan akhir hayatnya di surga yang penuh damai.

“Allahumma Antas Salam, wa minkas salam, wa ilaika ya’uddus salam, ahyina Rabbana bis salam, wa adkhilnal jannata daraka daras salam,” ucap Quraish dengan penuh khusyuk. Seusai pembacaan doa, tampak para pejabat negara, termasuk Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, serta Menteri Agama Nasaruddin Umar turut mengangkat tangan mengikuti doa tersebut.

Momentum doa ini menjadi salah satu momen penting dalam peringatan Nuzulul Qur’an, menunjukkan keterikatan spiritual pemimpin bangsa dengan nilai-nilai Islam yang mengedepankan keadilan, kesejahteraan, dan perdamaian. Pesan mendalam dari Quraish Shihab mengingatkan bahwa kepemimpinan adalah amanah ilahi yang membutuhkan doa dan dukungan masyarakat agar bisa menjalankan tugasnya dengan baik.

Pentingnya doa sebagai bentuk harapan dalam kepemimpinan juga memperlihatkan sisi religius yang kuat dalam konteks pemerintahan Indonesia saat ini. Selain mendoakan Presiden Prabowo, ajakan Quraish kepada hadirin untuk bersama-sama memohon kedamaian menegaskan nilai ukhuwah dan harmoni dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pembacaan doa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pimpinan dan rakyat harus sejalan dalam menjaga persatuan dan kesejahteraan.

Peringatan Nuzulul Qur’an di Istana Negara yang dihadiri oleh para pejabat tinggi negara semakin memperlihatkan bagaimana nilai-nilai spiritual Islam menjadi landasan dalam pembangunan nasional. Doa yang terinspirasi dari doa Syekh Mutawalli Sya’rawi ini tidak hanya menguatkan hubungan antara agama dan negara, tetapi juga menegaskan kepercayaan masyarakat terhadap figur kepemimpinan yang amanah dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat.

Baca selengkapnya di: www.suara.com

Terkait