Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan perhatian khusus terhadap kasus penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Penanganan kasus ini menjadi prioritas utama Polri dengan upaya pengungkapan hingga tuntas.
Menurut Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Johnny Eddizon Isir, sejumlah langkah konkret sudah dilakukan di lapangan. Penanganan tempat kejadian perkara (TKP) telah dilakukan secara menyeluruh, serta diterbitkan laporan polisi untuk menindaklanjuti dugaan penganiayaan berat.
Penanganan kasus ini dikoordinasikan oleh Satreskrim Polres Jakarta Pusat, dibantu oleh Polda Metro Jaya dan Bareskrim Polri. Langkah ini diambil sesuai instruksi Kapolri guna memastikan proses penyidikan berjalan secara optimal dan profesional.
Polisi menegaskan penyelidikan berjalan dengan metode ilmiah berbasis crime science investigation. Penyelidik saat ini fokus menggali keterangan dari para saksi yang berada di lokasi saat kejadian berlangsung.
Masyarakat yang memiliki informasi terkait peristiwa ini diharapkan memberikan data kepada kepolisian. Identitas pelapor dijamin kerahasiaannya untuk melindungi keamanan sumber informasi.
Kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus terjadi pada Kamis malam, 12 Maret 2026, setelah ia menyelesaikan rekaman siniar di Kantor YLBHI. Korban mengalami luka serius di tangan, muka, dada, dan terutama area mata akibat serangan ini.
Menurut Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, Andrie langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis. Pemeriksaan awal menunjukkan terdapat luka bakar di sekitar 24% bagian tubuh korban.
Kasus ini menimbulkan perhatian luas karena korban merupakan aktivis yang berperan penting dalam advokasi hak asasi manusia. Penegakan hukum yang tegas diharapkan menjadi langkah preventif agar kekerasan terhadap pegiat HAM tidak terulang.
Proses penyidikan yang berlandaskan pada prosedur profesional dan ilmiah diharapkan mampu mengungkap motif serta aktor di balik serangan ini dengan cepat. Kapolri menegaskan komitmen Polri untuk memberikan rasa keadilan kepada korban dan masyarakat.
Polri juga mengingatkan pentingnya sinergi dengan masyarakat dalam menangani kasus ini. Dukungan publik melalui informasi yang valid sangat dibutuhkan agar penyelidikan bisa berjalan efektif dan hasilnya dapat dipertanggungjawabkan.
Langkah-langkah yang tengah dijalankan oleh kepolisian mencakup:
1. Penyelidikan lokasi kejadian dengan penerapan metode ilmiah.
2. Pendalaman keterangan saksi-saksi yang relevan.
3. Pengamanan bukti dan barang bukti yang berpotensi mengarah pada pelaku.
4. Koordinasi lintas satuan Polri dari level Polres hingga Bareskrim.
5. Perlindungan terhadap pelapor dan saksi agar bebas dari tekanan.
Kasus ini menjadi sorotan dalam upaya perlindungan hak asasi manusia di Indonesia. Polri menegaskan bahwa penegakan hukum harus berjalan tanpa pandang bulu demi menjaga keamanan dan keadilan.
Dengan dukungan penuh pimpinan Kapolri dan keterlibatan berbagai satuan, proses hukum terhadap pelaku dipastikan akan berproses secara transparan dan profesional. Penyelidikan yang tuntas sangat penting bagi pemulihan kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum.
Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com






