Tim SAR Gabungan berhasil menyelamatkan Arvan Michamad Choirul, 16 tahun, pendaki asal Magetan, Jawa Timur, yang mengalami cedera saat turun dari Gunung Lawu melalui jalur Candi Cetho, Karanganyar. Pendaki remaja itu terpeleset di kawasan Pos 4 pada Kamis (26/3/2026) ketika cuaca sedang buruk dan hujan mengguyur jalur pendakian.
Evakuasi berlangsung pada Jumat (27/3/2026) pagi dan korban berhasil dibawa ke basecamp sekitar pukul 14.00 WIB. Setelah menerima penanganan awal dari tim medis lapangan dan dinyatakan stabil, Arvan kemudian diserahkan kepada keluarga yang sudah menunggu.
Kronologi kejadian di Gunung Lawu
Arvan mendaki Gunung Lawu bersama rombongan berjumlah enam orang sejak Rabu (25/3/2026). Saat perjalanan turun pada Kamis sore, kondisi cuaca memburuk dan jalan pendakian menjadi lebih licin, sehingga ia terpeleset dan mengalami cedera pada kaki di Pos 4.
Laporan darurat kemudian masuk ke basecamp pada Kamis malam pukul 21.30 WIB. Karena hujan masih turun dan medan dinilai berisiko, tim penyelamat menunda operasi hingga Jumat pagi saat kondisi memungkinkan untuk bergerak lebih aman.
Respons cepat Tim SAR Gabungan
Koordinator Operasi SAR Kantor Pencarian dan Pertolongan Surakarta, Tri Puji S, mengatakan tim tetap berangkat meski harus menerobos cuaca yang belum bersahabat. Ia menyebut tim berhasil mengevakuasi survivor remaja asal Desa Mrahu, Magetan, setelah menempuh medan yang berat di jalur pendakian.
Operasi pencarian dan penyelamatan dimulai pukul 06.30 WIB pada Jumat pagi. Tim SAR Gabungan menurunkan tiga Search and Rescue Unit atau SRU untuk menyisir jalur Candi Cetho menuju titik keberadaan korban.
Langkah evakuasi di lapangan
- Tim SAR menerima laporan darurat dari basecamp pada Kamis malam.
- Operasi lapangan baru dimulai Jumat pagi karena malam sebelumnya cuaca buruk.
- Tiga SRU bergerak naik melalui jalur Candi Cetho menuju lokasi korban.
- Tim medis lapangan menemukan korban dan memberi penanganan awal.
- Korban kemudian dievakuasi turun dengan cara ditandu hingga basecamp.
Penanganan awal menjadi bagian penting dalam evakuasi karena cedera kaki dapat memperburuk kondisi pendaki jika tetap dipaksa berjalan. Setelah dibawa turun, korban dipastikan dalam keadaan stabil sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Cuaca buruk jadi faktor risiko pendakian
Kasus ini kembali menunjukkan bahwa perubahan cuaca di kawasan Gunung Lawu dapat menjadi faktor risiko serius bagi pendaki. Jalur yang licin, jarak pandang terbatas, dan suhu yang turun saat hujan membuat potensi terpeleset atau cedera meningkat, terutama ketika rombongan berada di titik-titik yang menanjak maupun menurun.
Dalam situasi seperti ini, keputusan untuk tidak memaksakan perjalanan menjadi penting. Pendaki juga perlu memperhatikan kondisi fisik, perlengkapan keselamatan, serta komunikasi dengan basecamp atau petugas jalur agar evakuasi bisa dilakukan lebih cepat bila terjadi keadaan darurat.
Hal penting dari proses penyelamatan
- Korban berusia 16 tahun dan berasal dari Magetan.
- Cedera terjadi saat turun di kawasan Pos 4 jalur Candi Cetho.
- Laporan darurat diterima basecamp pada Kamis malam pukul 21.30 WIB.
- Operasi evakuasi dilakukan Jumat pagi pukul 06.30 WIB.
- Tiga SRU dikerahkan dalam operasi penyelamatan.
- Korban dievakuasi dengan tandu dan kondisi akhirnya stabil.
Evakuasi Arvan menjadi salah satu contoh bagaimana koordinasi cepat antara basecamp, tim SAR, dan tim medis lapangan sangat menentukan keselamatan pendaki. Dalam kasus ini, respons terukur dan penanganan medis awal membantu memastikan korban bisa turun dari gunung dengan aman hingga kembali ke keluarganya.
Baca selengkapnya di: mediaindonesia.com