Bareskrim Polri masih memburu Rendy Hermawan, sosok yang disebut sebagai tangan kanan bandar narkoba internasional Andre The Doctor. Nama Rendy masuk daftar pencarian orang atau DPO karena diduga berperan penting dalam jaringan peredaran narkoba lintas negara.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Hadi Santoso menyebut Rendy ikut mengatur perekrutan sindikat yang menyiapkan rekening tampungan untuk transaksi narkoba. Polisi juga mendeteksi keberadaan terakhir Rendy berada di Malaysia dan kini mengoordinasikan pengejaran lewat kerja sama dengan Polisi Diraja Malaysia.
Peran Rendy dalam jaringan Andre The Doctor
Dalam keterangan yang disampaikan pada Kamis, 26 Maret 2026, Eko menegaskan bahwa Rendy Hermawan bukan sekadar nama tambahan dalam kasus ini. Polisi menduga ia punya posisi strategis karena membantu penyediaan rekening yang dipakai untuk memuluskan aliran dana transaksi narkoba.
Peran itu membuat Rendy disebut sebagai orang dekat Andre The Doctor. Dalam jaringan narkoba, fungsi seperti ini biasanya tidak terlihat di lapangan, tetapi sangat penting untuk menjaga arus distribusi dan pembayaran tetap berjalan.
Jejak pelarian ke Malaysia
Polisi menemukan jejak terakhir Rendy berada di Malaysia. Temuan itu mendorong Bareskrim menggandeng Divisi Hubungan Internasional Polri untuk meminta bantuan penangkapan melalui otoritas setempat.
Koordinasi tersebut dilakukan dengan Polisi Diraja Malaysia atau PDRM. Aparat Indonesia menilai kerja sama lintas negara menjadi langkah penting karena jaringan yang diburu diduga sudah bergerak di luar wilayah hukum Indonesia.
Andre The Doctor juga berstatus DPO
Andre The Doctor lebih dulu masuk dalam daftar pencarian orang. Ia diduga menjadi distributor narkoba yang memasok barang terlarang ke Indonesia melalui jalur darat dan kargo.
Fakta ini menunjukkan bahwa kasus yang ditangani Bareskrim tidak berdiri sendiri. Polisi melihat adanya jaringan terorganisasi yang melibatkan pengiriman, pendanaan, hingga upaya pelarian sejumlah pihak.
Peran yang diduga dijalankan Andre dan jaringan
- Mengatur distribusi narkoba lintas negara.
- Memasok barang haram ke Indonesia lewat jalur darat dan kargo.
- Menginstruksikan penyiapan sarana pelarian bagi anggota jaringan.
- Mengelola sindikat yang menyiapkan rekening tampungan transaksi.
- Berupaya mempertahankan operasi jaringan meski tekanan polisi meningkat.
Kronologi pengembangan kasus
Dalam pengembangan penyidikan, Andre diduga sempat menginstruksikan penyiapan kapal untuk membantu pelarian Erwin ke Malaysia melalui Tanjung Balai. Namun rencana itu gagal setelah Erwin ditangkap aparat pada Kamis, 26 Februari 2026.
Penangkapan Erwin menjadi salah satu titik penting dalam pengusutan jaringan ini. Dari sana, penyidik terus menelusuri alur komunikasi, aliran dana, dan keterkaitan antaranggota sindikat yang diduga bekerja di balik layar.
Upaya polisi membongkar jaringan
Bareskrim menegaskan akan terus mengembangkan perkara ini. Fokus penyidik kini bukan hanya pada Andre The Doctor dan Rendy Hermawan, tetapi juga pada pihak lain yang diduga ikut membantu peredaran narkoba internasional tersebut.
Penyelidikan lintas negara biasanya memerlukan waktu lebih panjang karena aparat harus memastikan identitas, perpindahan, dan jaringan pendukung tersangka di luar negeri. Dalam kasus ini, keberadaan Rendy di Malaysia membuat proses pengejaran bergantung pada hasil koordinasi antarpenegak hukum dua negara.
Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com






