Empat Nama Berebut Kursi Ketua PKB Madiun, Wabup Purnomo Masuk Bursa Utama

Pergantian kepemimpinan di DPC PKB Kabupaten Madiun mulai bergerak ke tahap penting setelah Musyawarah Cabang yang digelar di kantor DPC, Minggu (5/4/2026), menghasilkan empat nama kandidat ketua. Empat sosok itu adalah dr Purnomo Hadi yang juga Wakil Bupati Madiun, Wahyu Widayat, Djoko Setijono, dan Slamet Rijadi.

Tiga nama selain Purnomo merupakan anggota DPRD Kabupaten Madiun yang masih aktif. Keempat kandidat tersebut telah mendapat persetujuan dari pimpinan anak cabang atau PAC untuk diusulkan ke tingkat Dewan Pimpinan Pusat PKB.

Regenerasi Jadi Isu Utama di Tubuh PKB Madiun

Ketua DPC PKB Kabupaten Madiun, Muhtarom, menegaskan bahwa suksesi ini menjadi bagian dari regenerasi kepemimpinan partai. Ia menyebut proses ini penting agar arah perjuangan partai tetap berlanjut dan tidak bergantung pada satu figur saja.

Muhtarom menuturkan dirinya siap memberi ruang kepada kader penerus setelah memimpin partai sejak berdiri pada 1998. Ia juga mengingatkan agar pemimpin baru tidak sekadar membawa slogan perubahan, tetapi mampu meneruskan capaian yang sudah dibangun.

“Semangat perjuangan tetap ada. Namun, kebijakan dari pimpinan pusat hingga ke bawah harus dijalankan bersama,” ujarnya.

Empat Nama Lolos dari Pemetaan Kader

Ketua Sidang Muscab, Rivqi Abdul Halim, menjelaskan bahwa nama-nama kandidat itu tidak muncul secara mendadak. Menurut dia, DPW dan DPP lebih dulu melakukan pemetaan kader melalui tim yang ditugaskan untuk menilai kelayakan para calon di tingkat DPC.

Penilaian itu dilakukan dengan sejumlah indikator yang menjadi dasar penyaringan internal partai. Rivqi menyebut hasil pemetaan diterima peserta Muscab secara objektif, bahkan tidak ada tambahan nama lain saat forum dibuka untuk usulan calon.

Berikut empat kandidat yang muncul dari Muscab PKB Kabupaten Madiun:

  1. dr Purnomo Hadi
  2. Wahyu Widayat
  3. Djoko Setijono
  4. Slamet Rijadi

Tahap Berikutnya: Uji Kelayakan dan Kepatutan

Setelah lolos di tingkat daerah, keempat nama akan dibawa ke DPP PKB untuk mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan atau UKK. Tahapan ini akan menilai kesiapan mental, visi, misi, hingga program kerja para kandidat melalui psikotes dan wawancara.

Rivqi mengatakan hasil UKK akan diumumkan secara nasional. Ia menyebut pelantikan pengurus DPC PKB Kabupaten Madiun direncanakan berlangsung pada 23 Juli 2026 di Jakarta, bertepatan dengan hari lahir PKB.

Proses ini menjadi bagian dari mekanisme organisasi untuk memastikan pemimpin baru memiliki kapasitas yang memadai. Dengan begitu, arah kerja partai di daerah tetap selaras dengan kebijakan pusat dan kebutuhan politik lokal.

Target Mengembalikan Kejayaan PKB di Madiun

DPP PKB juga menaruh harapan besar pada kepengurusan baru di Kabupaten Madiun. Rivqi menyampaikan bahwa partai ingin mengembalikan capaian elektoral seperti pada masa kepemimpinan Muhtarom, ketika PKB berhasil meraih 13 kursi di DPRD Kabupaten Madiun.

Capaian tersebut kini menjadi tolok ukur bagi siapa pun yang nanti terpilih memimpin DPC. Situasi ini membuat proses pemilihan ketua tidak hanya soal pergantian jabatan, tetapi juga soal kemampuan menjaga basis dukungan partai di daerah.

Muhtarom sendiri menilai kesinambungan program menjadi hal yang lebih penting daripada sekadar mengubah gaya kepemimpinan. Ia berharap sosok terpilih mampu melanjutkan kerja-kerja politik yang sudah berjalan dan memperkuat konsolidasi menghadapi Pemilu 2030.

Dengan masuknya Wakil Bupati Madiun, dr Purnomo Hadi, dalam bursa calon ketua, Muscab PKB Kabupaten Madiun juga memperlihatkan dinamika baru di internal partai. Tahap penentuan akhir kini berada di tangan DPP PKB setelah seluruh kandidat menjalani proses seleksi lanjutan yang telah disiapkan organisasi.

Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com
Exit mobile version