Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya mempercepat imunisasi campak setelah wilayah itu ditetapkan masuk status kejadian luar biasa atau KLB. Langkah ini dilakukan menyusul temuan 14 kasus positif campak dari hasil pemeriksaan laboratorium Labkesda Provinsi Jawa Barat, dengan total 122 suspek yang tercatat sejak Januari hingga April 2026.
Program imunisasi dilaksanakan melalui Outbreak Response Immunization (ORI) dengan melibatkan 40 puskesmas dan menargetkan sekitar 129 ribu anak. Hingga saat ini, cakupan imunisasi baru mencapai 39.189 anak atau 40,31 persen, sehingga petugas masih terus mengejar sasaran di berbagai wilayah.
Status KLB dan sebaran kasus
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk Kabupaten Tasikmalaya, Otong Kusmana, mengatakan peningkatan kasus terjadi cukup cepat dalam beberapa bulan terakhir. Dua wilayah yang disebut mengalami penyebaran paling menonjol adalah Desa Linggawangi, Kecamatan Leuwisari, dan Desa Mekarjaya, Kecamatan Padakembang.
Ia menyebut penetapan KLB didasarkan pada temuan kasus suspek yang terus bertambah dan hasil laboratorium yang mengonfirmasi adanya positif campak. Meski demikian, hingga kini tidak ada laporan kematian akibat penyakit tersebut di wilayah Tasikmalaya.
Otong menjelaskan, sampel kasus masih terus dikirim dan diperiksa secara bertahap di laboratorium provinsi. Proses ini dilakukan untuk memastikan pemetaan kasus tetap akurat dan penanganan lapangan bisa berjalan sesuai kondisi terbaru.
Jangkauan imunisasi diperluas hingga door to door
Dinkes Tasikmalaya tidak hanya mengandalkan pelayanan di puskesmas, posyandu, dan kantor desa. Petugas juga turun langsung ke rumah-rumah anak yang belum datang ke titik imunisasi agar perlindungan bisa diberikan secara merata.
Langkah door to door ini dipilih karena sebagian anak dan balita tidak selalu hadir saat jadwal pelayanan massal digelar. Dengan pola itu, puskesmas berharap cakupan imunisasi dari program ORI bisa naik lebih cepat dan mengejar target yang masih tersisa.
Berikut ringkasan pelaksanaan ORI campak di Kabupaten Tasikmalaya:
- Melibatkan 40 puskesmas di berbagai kecamatan.
- Menyasar sekitar 129 ribu anak.
- Menjangkau 351 desa di 39 kecamatan.
- Menggunakan layanan puskesmas, posyandu, dan kantor desa.
- Menambah strategi door to door untuk anak yang belum hadir.
Mengapa imunisasi dikebut
Campak dikenal sebagai penyakit menular yang bisa menyebar cepat, terutama pada anak yang belum mendapat imunisasi lengkap. Karena itu, Dinkes menilai percepatan ORI menjadi salah satu cara paling efektif untuk meningkatkan kekebalan kelompok dan menekan penularan di tengah status KLB.
Dalam situasi seperti ini, kecepatan respons menjadi faktor penting agar jumlah kasus tidak terus bertambah. Pemerintah daerah pun mengandalkan kerja sama petugas kesehatan, perangkat desa, dan kader lapangan untuk memastikan anak-anak sasaran tidak terlewat.
Pendekatan serentak juga dinilai penting karena wabah campak tidak muncul secara merata di satu titik saja. Ketika ada beberapa desa yang menunjukkan peningkatan kasus, strategi lintas layanan membantu petugas menjangkau keluarga lebih cepat dan memperkecil kemungkinan penularan lanjutan.
Fokus penanganan masih berlanjut
Dinkes Tasikmalaya menegaskan imunisasi campak akan terus digencarkan sampai target sasaran tercapai. Di tengah status KLB, petugas masih memprioritaskan anak-anak yang belum mendapat vaksin agar perlindungan bisa terbentuk lebih luas di komunitas.
Dengan 39,69 persen cakupan yang masih harus dikejar, pelaksanaan ORI menjadi pekerjaan penting dalam beberapa waktu ke depan. Upaya ini juga diharapkan membantu menekan penyebaran campak di desa-desa yang sudah melaporkan kasus, sekaligus mencegah munculnya suspek baru di wilayah lain.
Source: mediaindonesia.com