Banjir yang melanda Surakarta dan Kabupaten Bandung dipicu hujan berintensitas tinggi yang masih dipengaruhi bibit siklon tropis 92S. Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB meminta warga tetap waspada karena dampak tidak langsung sistem cuaca itu masih berpotensi memicu hujan lebat dalam dua hingga tiga hari ke depan.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, meski posisi bibit siklon mulai menjauh dari Indonesia, pengaruhnya belum hilang sepenuhnya. Ia menyampaikan imbauan itu mengacu pada kondisi cuaca yang masih berpotensi ekstrem di sejumlah wilayah.
Banjir di Surakarta Terdampak 1.083 Keluarga
Banjir di Surakarta terjadi pada Selasa malam, 14 April 2026, setelah hujan deras mengguyur kawasan Solo Raya. Sebanyak 1.083 keluarga terdampak di 12 kelurahan, termasuk Pajang, Kedung Lumbu, dan Tipes.
Selain genangan air, hujan deras juga memicu talud longsor di Kelurahan Pajang. Sejumlah warga sempat mengungsi ke masjid, sekolah, dan balai warga untuk menghindari risiko banjir yang naik cepat.
Kabupaten Bandung Masih Tangani Genangan dan Lumpur
Di Kabupaten Bandung, banjir dipicu hujan lebat yang diperparah jebolnya tanggul Sungai Cisunggalah. Dampaknya terasa di Kecamatan Majalaya dan Bojongsoang dengan total 95 keluarga atau sekitar 250 jiwa terdampak.
Hingga Rabu, 15 April 2026, wilayah Majalaya dilaporkan sudah surut. Namun, di Bojongsoang ketinggian air masih berkisar 10 hingga 150 sentimeter sehingga penanganan tetap berlangsung di lapangan.
Langkah Penanganan di Lapangan
Di Surakarta, petugas telah menyalurkan bantuan logistik seperti matras dan sembako kepada warga terdampak. Pemerintah setempat juga menyiapkan dapur umum untuk membantu kebutuhan dasar para pengungsi dan warga yang rumahnya belum bisa ditempati.
Di Kabupaten Bandung, petugas bersama warga masih melakukan pembersihan lumpur dan asesmen di area terdampak. Wilayah itu juga masih berstatus siaga darurat bencana hidrometeorologi karena kondisi cuaca dinilai belum sepenuhnya stabil.
Peringatan Cuaca dari BNPB dan BMKG
BNPB kembali mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan informasi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG. Peringatan itu terutama ditujukan bagi wilayah yang masih berpotensi dilanda hujan lebat, mulai dari Sumatera bagian tengah, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jakarta, hingga Jawa Tengah.
Bagi warga di wilayah rawan banjir, ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan selama cuaca masih labil:
- Pantau informasi resmi dari BNPB, BPBD, dan BMKG secara berkala.
- Siapkan dokumen penting dan perlengkapan darurat di tempat yang mudah dijangkau.
- Hindari melintas di jalan yang tergenang atau aliran air yang deras.
- Warga di bantaran sungai perlu mewaspadai kenaikan muka air dan tanggul yang rusak.
- Segera mengungsi jika ada arahan dari petugas atau tanda bahaya meningkat.
Dengan hujan yang masih berpotensi turun di sejumlah daerah, masyarakat diminta tidak menganggap remeh perubahan cuaca dalam beberapa hari ke depan. Kondisi di Surakarta dan Kabupaten Bandung menunjukkan bahwa dampak bibit siklon tropis 92S masih bisa memicu banjir, longsor, dan gangguan aktivitas warga meski pusat sistem cuaca tersebut sudah menjauh dari wilayah Indonesia.
Source: www.beritasatu.com